Koster Lapor Keberhasilan Penanganan Corona ke DPRD Bali, Varian Baru Diprediksi Muncul di Desember

  • Whatsapp
GUBERNUR Koster bersama para ketua fraksi DPRD Bali sesaat sebelum rapat paripurna, Senin (27/9/2021). Foto: hen
GUBERNUR Koster bersama para ketua fraksi DPRD Bali sesaat sebelum rapat paripurna, Senin (27/9/2021). Foto: hen

DENPASAR – Sidang paripurna DPRD Bali, Senin (27/9/2021) dijadikan momentum oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster, untuk melaporkan keberhasilan penanganan Covid-19 di Bali dengan sejumlah parameter. Koster juga memaparkan data-data “menggembirakan” terkait pemulihan ekonomi Bali beberapa waktu terakhir, juga terkait perkembangan terkini pembukaan pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian Bali. Koster menggunakan waktu sekitar 10 menit, sebelum turun dari podium, usai menyampaikan pendapat akhir Gubernur terhadap persetujuan Ranperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana 2021.

Terkait penanganan Corona, Koster berkata kerja keras semua pihak membuat penanganan makin baik, dengan bukti melandainya kasus baru. Sampai Minggu (26/9/2021) lalu, kasus baru 85 orang, sembuh 148 orang, dan meninggal 4 orang; terendah dalam beberapa waktu terakhir. Kesembuhan kumulatif kini mencapai 95 persen, dan kasus aktif hanya 1.749; terendah sejak Agustus yang sempat mencapai 12.000 lebih. Yang dirawat di rumah sakit juga turun drastis, begitu juga yang menjalani isolasi terpusat (isoter).

Bacaan Lainnya

“Kerjasama dengan Pangdam dan Kapolda untuk melakukan isoter membuat kasus terus turun. Terima kasih Dewan karena isoter itu didanai dari Pemprov, karena teman-teman di kabupaten/kota tidak ada duit. Saat ini aman semua,” terangnya disambut aplaus sejumlah legislator yang hadir secara langsung, karena sebagian besar mengikuti sidang secara virtual.

Baca juga :  Pimpinan DPRD Kota Denpasar Ucapkan “Rahajeng Galungan dan Kuningan”

Membincang vaksinasi, dia berujar dari 4,3 juta penduduk Bali, yang awalnya ditarget hanya 3 juta yang divaksin, kini menjadi 3,4 juta karena yang 12 tahun ke atas bisa divaksin dan percepatan vaksinasi dijalankan. Vaksin I sebanyak 97 persen penduduk divaksin, dengan yang KTP Bali sebanyak 87 persen. Vaksin 2 sebanyak 70 persen ber-KTP Bali. Koster mengupayakan vaksinasi bisa 100 persen pada pertengahan Oktober mendatang, untuk mendapat kekebalan kelompok.

“Jika itu bisa terbangun, kita bisa mengendalikan dengan baik. Namun, perlu kita perhatikan beberapa negara juga terjadi peningkatan kasus baru karena ada varian baru, meski sudah ada vaksinasi. Kemungkinan varian baru diperkirakan para ahli terjadi pada Desember, tapi saya berharap tidak terjadi di Bali. Kita berjuang secara sekala dan niskala,” ulasnya.

Untuk pemulihan ekonomi, Koster menyebut memberanikan diri membuka daerah wisata dengan kapasitas maksimal 50 persen. Begitu juga mal dan swalayan dengan kapasitas 50 persen, dan syarat pengunjung vaksin 2 kali plus memakai aplikasi PeduliLindungi. Dia berharap kebijakan itu dapat memulihkan pariwisata dan ekonomi Bali, sehingga pada triwulan keempat tidak ada lagi kontraksi ekonomi.

“Pada triwulan kedua kita pertumbuhan ekonomi 2,8 persen, saya berharap ini dapat pemulihan. Penerbangan ke Bali untuk domestik juga sudah di atas 5.000 orang, lewat darat juga banyak karena anak 12 tahun tidak boleh naik pesawat. Daerah wisata mulai ada keramaian, juga di mal, dan semoga kondisi ini bisa berlanjut ke 2022,” pungkasnya, kembali disambut aplaus hadirin. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.