Koster Diserang, “Banteng” Kekuatan Penuh Bentengi, PDIP Ajak Menilai Objektif, Bukan Memuji

  • Whatsapp
DEWA Mahayadnya memekikkan “merdeka” usai membacakan pernyataan sikap mendukung kebijakan Koster selaku Gubernur Bali di DPD PDIP Bali, Selasa (21/9/2021). Foto: hen
DEWA Mahayadnya memekikkan “merdeka” usai membacakan pernyataan sikap mendukung kebijakan Koster selaku Gubernur Bali di DPD PDIP Bali, Selasa (21/9/2021). Foto: hen

DENPASAR – Kader PDIP se-Bali kembali terpanggil dan unjuk diri untuk pasang badan terhadap isu yang menyerang Ketua DPD PDIP sekaligus Gubernur Bali, I Wayan Koster, beberapa waktu terakhir. Berkumpul di DPD PDIP Bali, Selasa (21/9/2021), para petinggi dan kader partai menyatakan sikap mendukung Koster sebagai simbol partai, baik selaku Gubernur maupun kader yang sedang bekerja untuk membangun Bali, dan, terutama, menanggulangi pandemi Covid-19. Saking “seriusnya” situasi, bahkan Bupati Gianyar, Made Mahayastra; dan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, terlihat hadir.

Bendahara DPD PDIP Bali, Dewa Made Mahayadnya, selaku juru bicara, berujar Koster selama tiga tahun terbukti baik bertugas sebagai Gubernur, dengan lima program prioritas sesuai visi dan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Itu terwujud melalui pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara yang terintegrasi dan terkoneksi, yang ditunjang 15 perda dan 25 pergub. “Meski pandemi, Pak Koster terus bekerja keras membangun sarana strategis seperti Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Pelindungan Kawasan Suci Besakih, Pelabuhan Segitiga Sanur, Sampalan dan Bias Munjul, shortcut Singaraja- Mengwi,” ucap politisi yang akrab disapa Dewa Jack itu, dikelilingi para elite partai di eksekutif dan legislatif se-Bali.

Bacaan Lainnya
Baca juga :  Persentase Kesembuhan Pasien Covid-19 secara Nasional Terus Meningkat

Dia minta seluruh elemen masyarakat tidak perlu memuji atau membanggakan, cukup menilai objektif dan mendukung apa yang dilakukan Koster selaku Gubernur. PDIP juga mengajak masyarakat dan tokoh lain mendukung Pemprov Bali dan bergotong royong untuk menanggulangi pandemi, pun tidak terpancing isu tak jelas dan belum terbukti yang banyak bertebaran di medsos.

“Ada sejumlah oknum mencederai lewat status medsos yang merusak citra dan mental masyarakat, serta memperkeruh suasana. Ada oknum politisi perempuan dan laki, juga pihak lain yang tidak kami sebut namanya mencari panggung, seakan Gubernur tidak bekerja sesuai tugasnya,” seru Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali itu tanpa merinci oknum dimaksud.

Hal itu, tegasnya, tidak dapat dibiarkan dan kader partai mengingatkan ini, karena dinilai keterlaluan menghina Koster sebagai pribadi dan pejabat. PDIP berbicara dan membela simbol partai dari perbuatan yang menyalahkan, memojokkan,  dan bentuk lain yang merusak tatanan hidup masyarakat. “Bagi pihak yang sengaja mengembuskan isu dan hoaks dan berpotensi pelanggaran hukum, kader se-Bali akan mengambil langkah hukum ke penegak hukum,” lugasnya.

Disinggung isu utama yang sesungguhnya memantik PDIP unjuk kekuatan penuh membentengi Koster, Wakil Sekretaris Internal PDIP Bali, Cokorda Gede Agung, mengklaim tidak ada yang istimewa. Uniknya, dia mengajak untuk tidak usah menanyakan isu yang terdengar belakangan itu. Dia beralih mengajak semua pihak tidak perlu cari panggung sekarang, sebaiknya pada tahun 2024 saja saat Pemilu dan Pilkada Serentak.

Baca juga :  Rapat TPID, Bupati Dana Fokuskan Pembangunan Karangasem

“Kami jelas membela Ketua DPD kami, kalau mau menari jangan sekarang, di 2024 aja. Mari rem diri, jangan bicara nggak-nggak, apalagi fitnah yang akan merembet ke persoalan hukum. Siapa orangnya (yang sebar isu di medsos) saya juga tidak tahu, karena untuk WA saja saya baru belajar,” kelitnya.

Wakil Sekretaris Eksternal PDIP Bali, Made Suparta, juga terkesan enggan menjawab lugas isu utama yang dimaksud Dewa Jack. Dia hanya berkata isu di medsos itu hanya dinamika saja, sedangkan fokus PDIP adalah pemerintahan yang dipimpin kader untuk mengurus kepentingan masyarakat. “Tidak ada isu dengan tema besar yang merambah masalah hukum, kalau ada pasti akan dilaporkan. Pak Gubernur tak perlu dipuji,” sahutnya.

Ketua Badan Kehormatan DPD PDIP Bali, Ketut Suryadi, mengakui petinggi partainya turun gunung sebagai bentuk komunikasi politik full power mendukung Koster, terutama terkait kebijakan selaku Gubernur. Soal isu, dia beralasan ada kebutuhan soliditas untuk bangkit, meski mendaku sah-sah saja lawan politik kontraproduktif dengan Koster. Misal menyindir Koster sebagai Gubernur hanya bisa merilis imbauan, dan sebagainya.

“Kami mengajak semua elemen kompak dan berjuang bersama memulihkan Bali, kan sudah lihat kiprah Gubernur dalam semua aspek kehidupan di Bali. Tak usah buat isu yg buat terpecah dan antipati. Yang jelas kami siap membela Ketua DPD,” pungkasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.