MANGUPURA – KONI Badung menurunkan sisa bonus atlet yang belum diberikan kepada para atlet juara dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Gotong Royong Bali, akhir November 2022 lalu.
Bonus yang baru dibagikan usai Porrov lalu baru sekitar 33 persen. Sisanya dianggarkan dalam RAPBD Badung tahun 2023, dan bulan Maret ini sudah dapat dicairkan serta diterima para atlet yang berhak. Sisa jumlah yang dibaggikan bulan ini sebanyak Rp17 milyar lebih.
Ketua Umum KONI Badung Made Nariana didampingi Sekretarisnya Made Sutama menjelaskan kepada media, Rabu (29/3/2023) di Kantor KONI bahwa, bonus juga diberikan kepada pelatih/official dan manager.
Semua atlet peraih medali baik emas, perak dan perunggu termasuk para pelatih/official dan manager segera menandatangani kuitansi tanda terima ke KONI. Dengan demikian dana segera dikirim melalui rekening masing-masing kepada yang berhak menerimanya.Bonus atlet Badung dalam Porprov 2022; peraih emas perorangan mendapat Rp70 juta, perak Rp25 juta danperunggu Rp12.500.000.
Ia mengatakan, penghargaan bonus yang diberikan Bupati Badung kepada atletnya cukup mengembirakan di tengah kondisi keuangan yang sebelumnya sangat memprihatinkan. Karena keuangan Pemkab Badung kini sudah membaik, Bupati Nyoman Giri Prasta menaikkan bonus atlet sehingga memberikan semangat baru kepada para olahragawan itu berjuang pada ajang Porprov Bali.
Di bagian lain, Nariana menjelaskan, dana pembinaan kepada cabang olahraga di tahun 2023 ini akan diturunkan sekitar awal April 2023. Dana itu diharaplan dapat meningkatkan volume pelatihan atlet menghadapi pra-PON dan PON 2024.
Bagi atlet yang tidak terpilih ke PON, tetap diminta latihan dengan serius guna menghadapi Porprov Bali tahun 2025. Badung masih berharap menjadi juara umum ke-10 kalinya dalam Porprov Bali 2025.
“KONI Badung akan berjuang lebih keras lagi, sehingga anggaran KONI tahun 2024 dapat dinaikkan. Pasalnya diprediksi atlet Badung akan banyak lolos ke PON. Bupati juga biasanya akan memberikan uang saku kepada setiap atlet yang berangkat ke PON Sumatra Utara/Aceh, seperti PON-PON sebelumnya,” kata Nariana, yang juga mantan Ketua Umum KONI Bali itu. (*)
























