Komite SMPN 1 Sukawati Dukung Instruksi Bupati

  • Whatsapp
BUPATI Gianyar, Made Mahayastra mengeluarkan instruksi terkait peniadaan pungutan PPDB pada masa sulit ekonomi dihajar pandemi Covid-19. foto: ist

GIANYAR – Tidak ingin berlama-lama, SMPN 1 Sukawati bergerak cepat menyikapi instruksi Bupati Gianyar untuk mengembalikan uang pakaian siswa saat PPDB. Pihak sekolah selekasnya akan rapat dengan komite, sebagaimana dikatakan Kepala SMPN 1 Sukawati, Made Cikra, Minggu (11/7/2021).

Cikra mendaku sangat komitmen untuk menaati instruksi Bupati, meski dia juga mengakui saat ini belum mulai melakukan pengembalian uang. “Kami di SMP Negeri 1 Sukawati komitmen dengan seruan Pak Bupati. Karena terbatas waktu, besok (hari ini) kami akan rapat bersama komite, orangtua dan konveksi secara bersesi. Pasti akan kami laksanakan seruan dari Bupati mulai besok setelah kami rapat,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Pihak sekolah, sebutnya, tidak pernah memaksa orangtua siswa untuk pengadaan seragam. Sekolah hanya memfasilitasi untuk penyedia konveksinya dengan menyediakan daftar mana yang akan dipesan, karena namanya anak sekolah pasti butuh seragam. Nilainya sekitar Rp1,4 juta.

Di kesempatan terpisah, sejumlah orangtua siswa mengaku sudah membayar. Mereka harus segera membayar karena khawatir anaknya tidak jadi diterima. “Sudah bayar 1,5 juta, takut nanti kalau tidak bayar anak nggak diizinkan sekolah,” tutur Wayan Sumadi alias Awir, yang anaknya diterima di salah satu SMP Negeri di Blahbatuh lewat jalur tidak mampu

Baca juga :  Keluar dari Kapal, Truk Terguling

Awir mengaku harus meminjam uang agar bisa membayar, sebab dia dan istri saat ini sudah tidak bekerja. “Tapi saya belum dengar berita uang itu akan dikembalikan, kurang tahu juga saya. Semoga aja dikembalikan, nanti bisa dipakai kebutuhan sehari-hari,” harapnya.

Sebelumnya, Bupati Made Mahayastra membuat “kejutan” dengan merilis Instruksi Nomor 420/979/Disdik terkait peniadaan pungutan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Jumat (9/7/2021). Penekannya tentang peniadaan perlengkapan anak sekolah, pungutan uang bangunan, dan pungutan biaya komite sekolah dalam rangka PPDB tahun ajaran 2021/2022.

Kepada ketua komite jenjang SD dan SMP, serta kepala TK, SD dan SMP, dilarang melakukan enam hal. Pertama; pembelian baju, kecuali seragam wajib putih merah untuk SD dan putih biru untuk SMP. Kedua; pengadaan/pembelian endek. Ketiga; pengadaan/pembelian tas. Keempat; pengadaan/pembelian sepatu. Kelima; uang gedung. Keenam; sumbangan komite lainnya untuk keperluan sekolah.

Bupati Mahayastra beralasan, pandemi berdampak pada berbagai sektor kehidupan, khususnya di sektor ekonomi, dengan kebutuhan pokok harus dipenuhi. “Saya instruksikan kepada seluruh ketua komite SD dan SMP serta kepala SD dan SMP se-Kabupaten Gianyar, untuk tidak memungut biaya apapun dalam rangka penerimaan siswa baru, mengingat situasi yang sulit dan berkepanjangan menghadapi pandemi Covid 19,” tegasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.