POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Target sebagai juara umum pada Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Bali 2026 sukses direalisasikan oleh Kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Denpasar. Prestasi gemilang ini diraih setelah PGRI Denpasar mengoleksi total 13 medali, yang terdiri atas 7 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu.
Keberhasilan ini menjadi penutup manis dari rangkaian kompetisi yang mempertemukan para guru dari seluruh penjuru Bali. Lebih dari sekadar mengejar medali, ajang Porsenijar juga menjadi ruang strategis bagi para pendidik untuk mempererat kekompakan, sportivitas, serta persaudaraan melalui berbagai cabang olahraga, seni, dan pembelajaran.
Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak—terutama para atlet, seniman, dan tim pelatih—yang telah mengantarkan PGRI Kota Denpasar meraih gelar juara umum pada ajang bergengsi serangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 ini.
Ia mengatakan, pencapaian ini membuktikan bahwa para guru tidak hanya memegang peran penting dalam dunia pendidikan, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi gemilang di bidang olahraga, seni, maupun inovasi pembelajaran.
“Astungkara, PGRI Kota Denpasar berhasil keluar sebagai juara umum pada Porsenijar PGRI Bali 2026,” ujar Suarya, Minggu (8/11/2026).
Suarya merinci, 7 medali emas tersebut disumbangkan dari berbagai cabang perlombaan. Cabor tenis meja menyumbang emas melalui nomor ganda putri yang menurunkan Kadek Ayu Puspawati berpasangan dengan Ni Gusti Ayu Oka Ganitri, SE. Medali emas berikutnya diraih dari nomor tunggal putra lewat Wayan Gede Eka Putra, S.Pd., M.Pd., serta nomor tunggal putri melalui Kadek Ayu Puspawati.
Selain itu, medali emas juga dipersembahkan oleh Tim Senam PGRI Kota Denpasar dan Tim Paduan Suara yang tampil memukau. Emas penutup diraih dari kategori Anugerah Guru Kreatif dan Inovatif melalui guru SLB I Gusti Putu Artadana, S.Kom., M.Pd., serta pengawas sekolah Putu Edy Pariawan, S.Pd.
Suarya tak lupa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar, atas dukungan penuh yang diberikan kepada seluruh atlet dan seniman hingga berhasil membawa pulang gelar juara umum.
Berdasarkan klasemen akhir, Denpasar kokoh di puncak dengan raihan 7 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Posisi kedua ditempati Kabupaten Buleleng dengan 4 emas dan 6 perunggu, disusul Kabupaten Klungkung di peringkat ketiga dengan raihan 2 emas, 5 perak, dan 1 perunggu.
Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Bali, Dr. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, M.Si., menilai bahwa Porsenijar PGRI Bali memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kompetisi. Pertemuan para guru dari berbagai daerah di Bali ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat silaturahmi dan rasa persaudaraan.
Menurutnya, meski datang dari kabupaten dan kota yang berbeda serta bertanding di bawah kontingen masing-masing, seluruh peserta tetap memiliki esensi dan peran yang sama sebagai pendidik.
“Saya yakin dengan adanya event ini, tali persaudaraan dan silaturahmi kita semakin erat. Tidak ada perbedaan yang membatasi, kita semua adalah keluarga besar pendidik,” ujar Eddy Mulya.
Ia berharap kehangatan dan kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan Porsenijar terus dipelihara, sehingga semangat berkompetisi yang sehat senantiasa diiringi dengan eratnya rasa persaudaraan antarguru. tra























