POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Denpasar di tingkat internasional. Empat siswa SMPN 10 Denpasar—Anak Agung Ayu Rania Mutiara Suhita, Kadek Adelia Pramitha Putri, I Bagus Candra Sudira, dan Oka Rahita Avata—berhasil meraih medali emas dalam ajang World Youth Invention and Innovation Awards (WYIIA) 2026.
Kompetisi inovasi dan penemuan tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya tersebut berlangsung pada 2–6 November 2026 di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Dalam ajang itu, keempat siswa binaan I Wayan Ananta Wijaya, S.P., dan Kadek Widiastari, S.Pd., M.Pd. ini berkompetisi dengan menghadirkan sebuah inovasi berbasis bahan alami.
Proyek yang mengantarkan mereka meraih medali emas diberi nama POMAPPLE COAT, dengan judul penelitian “POMAPPLE COAT: Apple and Pomelo Pectin Based Edible Coating to Extend the Shelf Life of Strawberries”.
Melalui proyek ini, keempat siswa mengembangkan POMAPPLE COAT, sebuah inovasi pelapis ramah lingkungan yang dapat dimakan (edible coating). Bahan dasarnya memanfaatkan kombinasi pektin dari limbah ampas apel (Malus domestica) dan albedo jeruk bali (Citrus maxima L.), dengan penambahan gliserol food-grade sebagai bahan pemlastis (plasticizer).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kerusakan pascapanen pada buah stroberi (Fragaria x ananassa) yang mencapai hingga 50 persen, sehingga menimbulkan kerugian finansial signifikan bagi sektor pertanian di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental kuantitatif dengan menguji berbagai rasio kombinasi pektin (P1: 25%, P2: 50%, P3: 75%, dan P4: 100%) dibandingkan dengan kelompok kontrol (P0) selama 4 hari penyimpanan pada suhu ruang. Parameter yang diamati meliputi susut bobot, perubahan warna, kekerasan tekstur, tingkat kerusakan, serta masa simpan buah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi P3 (75% kombinasi pektin) memberikan kinerja optimal dalam menjaga kualitas fisik stroberi, mengurangi laju penguapan air, mempertahankan warna merah segar, menjaga kekerasan tekstur, serta menghambat pertumbuhan jamur.
Dengan demikian, penerapan POMAPPLE COAT tidak hanya efektif memperpanjang masa simpan stroberi dan mengurangi kerugian finansial pascapanen, tetapi juga mendukung upaya pemanfaatan kembali limbah organik (upcycling) untuk mengurangi limbah pangan, sekaligus meminimalkan penggunaan kemasan plastik sekali pakai.
Capaian keempat siswa SMPN 10 Denpasar ini menjadi kebanggaan tersendiri, baik bagi keluarga maupun pihak sekolah. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa semangat belajar, keberanian bereksplorasi, dan rasa ingin tahu dapat tumbuh pesat sejak usia sekolah.
Kepala SMPN 10 Denpasar, I Wayan Sumiara, menyambut capaian ini dengan penuh rasa bangga dan rasa syukur. “Kami merasa sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian Anak Agung Ayu Rania Mutiara Suhita, Kadek Adelia Pramitha Putri, I Bagus Candra Sudira, dan Oka Rahita Avata. Namun, bagi kami medali emas ini bukan semata-mata tentang kemenangan atau penghargaan, melainkan tentang proses belajar, keberanian mencoba, rasa ingin tahu, serta semangat untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ungkap Sumiara, Sabtu (7/11/2026).
Keberhasilan ini tidak lepas dari pembinaan melalui kegiatan ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di sekolah serta dukungan penuh dari orang tua siswa. Sebagai bentuk apresiasi, pihak sekolah memberikan ucapan penghargaan secara khusus kepada para siswa berprestasi tersebut.
Ke depan, pihak sekolah berkomitmen terus mendorong para siswa untuk tetap berlatih, menyiapkan tim pembina yang berkualitas, serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi-kompetisi di masa mendatang. “Kami dorong untuk tetap berlatih. Kami siapkan tim pembina yang bagus dan berkualitas untuk persiapan kompetisi-kompetisi di masa yang akan datang,” pungkasnya. tra























