POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Nada suara anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, Wayan Gunawan, terdengar bersemangat saat membincang proyeksinya menatap Pemilu 2024. Sempat dicoret dari pencalegan untuk DPRD Bali, kini dia kembali dicalonkan Partai Golkar setelah DPP Partai Golkar intervensi usulan DPD Partai Golkar Bali. “Yakin, saya sangat yakin bisa mempertahankan kursi dari Dapil Bangli,” tuturnya semringah saat ditemui di ruang Komisi I, belum lama ini.
Alasan dia begitu semangat dan percaya diri (pede) menyambut kontestasi, Gunawan menyebut bisa dilacak dari rekam jejak dia selama tujuh periode menjadi legislator, baik di DPRD Bangli maupun DPRD Bali. Dia mengklaim masih mampu mendulang suara besar di internal Golkar, ketika koleganya sesama kader Golkar susah berjuang ke DPRD Bali yang, saat Pemilu 2019, dikuasai PDIP.
“Saya konsisten berjuang untuk partai, tidak pernah menyakiti kader di Bangli. Bahkan kader senang karena kehadiran saya dinilai ada power dan ‘gizi’,” bebernya.
Lebih jauh disampaikan, saat ini DPP sudah mengoreksi keputusan DPD. Dia menuturkan, secara alamiah kepentingan kader akan masuk ke dalam perjalanan partai. Namun, jika itu jadi yang pertama dan mengganggu proses serta hasilnya, maka dikoreksi. Gunawan mendaku berterima kasih kepada DPP yang melihat persoalan secara jernih, pun mempertimbangkan banyak sisi.
“Saya melihat DPP tidak mengabaikan potensi kader, karena itu sama dengan egoisme kepentingan. Politik itu sejarah, apa dilakukan (pasti) ada konsekuensi. Ya termasuk dalam penentuan nomor urut caleg meski sekarang sistem tetap tarung bebas,” sambungnya.
Bercermin dari dinamika perjalanan pencalegan sampai direhabilitasi, kembali Gunawan berterima kasih kepada DPP. Waketum Bidang Pemenangan Pemilu, Ahmad Doli Kurnia Tandjung; menganalisis persoalan, Gde Sumarjaya Linggih (Demer) selaku Korwil Pemenangan Bali-Nusra yang memperjuangkan, dan Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai pemutus legal formal. Ke depan, dia berujar tidak ada lagi persoalan personal, fokus membesarkan partai. “Yang pasti kader Golkar di Bangli senang dengan diajukannya kembali saya,” urainya.
Bagaimana dengan catatan pernah melakukan perbuatan tercela tahun 2019, karena melawan keputusan DPP yang menjadikan Demer sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Bali menggantikan Sudikerta? Dengan tenang Gunawan mengakui dia punya “cacat politik” itu. Namun, dia berujar kesalahan itu sudah dipertanggungjawabkan sepenuhnya. Pun tidak mengurangi tugas dan tanggung jawabnya selaku anggota DPRD.
“Saya dicopot dari Ketua Fraksi Golkar, tidak dipakai tenaga saya di Fraksi, diputus bersalah di Mahkamah Partai Golkar. Semua keputusan itu saya terima, tidak membela diri lagi misalnya lanjut ke pengadilan, artinya kesalahan sudah saya tebus. Masa itu terus dipersoalkan? Cek juga dong kinerja saya di Dewan, bagaimana absen dan bersuara untuk Golkar,” pungkasnya kalem.
Seperti diwartakan sebelumnya, nama Gunawan sempat lenyap dari pencalegan ke DPRD Bali yang diusulkan DPD Partai Golkar Bali. Selain Gunawan, Nyoman Wirya dari Dapil Tabanan yang sama-sama petahana DPRD Bali juga dicoret. Bedanya, Wirya “diturunkan” menjadi caleg DPRD Tabanan, sedangkan nama Gunawan benar-benar hilang. Gunawan bersama Wirya dan sembilan petahana DPRD kabupaten lain seluruh Bali kompak melawan pada medio Mei lalu, dan memperjuangkan itu ke Jakarta dengan dibantu Demer selaku pengurus DPP. hen
























