Ketut Rudia: Perlu Ubah Kewenangan Atributif Lembaga

  • Whatsapp
KOMISIONER Bawaslu Bali, I Ketut Rudia. Foto: hen
KOMISIONER Bawaslu Bali, I Ketut Rudia. Foto: hen

DENPASAR – Hal teknis yang cukup sering terjadi dalam pemilu adalah adanya silang kewenangan antara masing-masing lembaga penyelenggara, yakni KPU dan Bawaslu. Dalam melihat persoalan yang sama, kedua instansi ini tak jarang bersimpang jalan. Mengantisipasi persoalan itu dalam Pemilu-Pilkada 2024, Bawaslu menilai perlu untuk mengubah kewenangan atributif kedua institusi.

Menurut komisioner Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, karena RUU Pemilu besar kemungkinan tidak dibahas pemerintah, yang paling memungkinkan adalah mengubah kewenangan atributif KPU dan Bawaslu dalam menjalankan peran dan fungsi masing-masing. Dia mendasarkan pendapat itu pada kasus di Pilkada Lampung, yakni putusan Bawaslu dalam menangani dugaan pelanggaran terstruktur, sistemik, dan masif (TSM) dirisak karena dianggap melangkahi kewenangan. Persoalannya, Bawaslu memutuskan laporan pelanggaran itu terbukti, dan peserta didiskualifikasi.

Bacaan Lainnya

“Namun, pada saat yang sama KPU sudah memutuskan paslon pemenang. Ini jadi persoalan, karena masing-masing melihat dengan sudut pandang berbeda sesuai kewenangan yang ada. Harapannya, KPU jangan memutuskan pemenangan sebelum ada putusan dugaan pelanggaran oleh Bawaslu. Ini yang perlu diubah jika Pemilu-Pilkada 2024 dijalankan tanpa mengubah aturan saat ini,” ulasnya, Jumat (19/2/2021).

Mengenai wacana simulasi seperti diutarakan Komisi II, Rudia menyebut sebagai pelaksana akan menjalankan keputusan pemerintah. Simulasi juga bagus agar penyelenggara mendapat masukan. “Perlu ada simulasi, karena tahapan Pemilu dan Pilkada 2024, kalau tidak ada perubahan aturan, pasti beririsan,” ucapnya. hen

Baca juga :  Bupati Mahayastra Instruksikan Pecat Pemalsu Akta Cerai

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.