Ketua DPD FSP-Par Bali Putu Satyawira Berpulang

  • Whatsapp
PUTU Satyawira Marhaendra semasa hidup. Foto: dok
PUTU Satyawira Marhaendra semasa hidup. Foto: dok

DENPASAR – Kabar mengejutkan bagi para pekerja pariwisata di Pulau Dewata. Pada Jumat (26/2/2021) sekitar pukul 06.30 Ketua DPD FSP-Par Provinsi Bali, Putu Satyawira Marhaendra, meninggal di Rumah Sakit Surya Husada Nusa Dua. Satyawira sempat dirawat satu malam di Ruang Intensive Care Unit (ICU) sebelum menghembuskan napas terakhir.

Menurut Krisna, putra sulung almarhum, ayahnya sempat mengeluh sakit sejak Jumat (19/2/2021). “Bapak mengaku terserang pilek dan merasa badannya tidak enak. Beliau lalu istirahat di rumah (Nusa Dua), tetapi masih mengerjakan tugas organisasi (FSP-Par), walau kondisinya kurang stabil,” tutur Krisna.

Bacaan Lainnya

Pada Senin (22/2/2021) minta agar berobat di salah satu tukang urut langganannya di bilangan Gatsu Barat, Denpasar. Walau kondisinya tidak terlalu fit, Satyawira memaksakan diri tetap mengendarai sendiri. “Bapak tak mau saya bonceng. Padahal saya sudah bilang, bapak lagi sakit. Bapak bilang, kita pelan-pelan saja,” kenang Krisna.

Setelah diobati tiga hari berturut-turut, kondisinya sempat membaik, walau masih mengeluh kurang tidur. Namun Kamis (25/2/2021) kondisinya drop, bahkan tidak bisa berdiri. Oleh istri dan anaknya (Krisna), Satyawira lalu diantar ke RS Surya Husada Nusa Dua. Karena kondisinya parah, dia dirawat di ruang ICU di rumah sakit tersebut. Hasil pemeriksaan medis, Putu Satyawira didiagnosis mengalami infeksi paru-paru akut. 

Baca juga :  Pembiayaan Produktif Investasi, Cara Bank NTB Syariah Geliatkan Sektor UMKM.

“Setelah mendapat bantuan pernapasan, malam hari kondisi bapak membaik. Dia terlihat tenang dan tidak mengeluh apa-apa. Tapi tadi pagi, kaki bapak terasa dingin. Lalu kami minta dokter memeriksanya. Ternyata bapak sudah pergi sekitar pukul, 06.30,” kata Krisna dengan nada sedih.

Semasa hidup, pria kelahiran Gianyar, 5 Juli 1964 ini dikenal sebagai seorang aktivis pekerja pariwisata. Pergaulannya sangat luas. Sebagian besar waktunya—di luar jam kerja di salah satu hotel bintang lima di Nusa Dua—dia habiskan untuk mengurus organisasi yang diketuainya, Serikat Pekerja Pariwisata (SP-Par), baik di Kabupaten Badung maupun Provinsi Bali.

Teman-temanya mengenang Satyawira sebagai seorang yang konsisten dan bertanggung-jawab terhadap organisasi. Mantan Sekretaris PC FSP-Par Badung Cici Suriastini mengaku sangat kehilangan.

“Masih seperti tidak percaya beliau telah berpulang ke rumah Tuhan, selamat jalan Bapak Putu Satyawira Marhaendra. Saya mendampingi beliau sebagai Sekretaris PC FSP Par SPSI Badung 2 periode dan PD FSP-Par SPSI Prov Bali satu periode, begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan dari beliau,” kenang Cici. Selamat jalan sahabat! gre

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.