Ketahuan Bawa HP, Siap-siap Tempati Sel Tertutup

  • Whatsapp
WARGA binaan Rutan Gianyar menandatangani Deklarasi Rutan Gianyar bebas Halinar. foto: adi

GIANYAR – Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gianyar akan ditempatkan di sel tertutup jika ketahuan membawa alat komunikasi seperti handphone (HP), maupun narkotika. Selain dipindahkan dan ditempatkan di sel tertutup yang sunyi, hak-haknya juga akan dicabut.

Ancaman itu dilontarkan Kepala Rutan Kelas II B Gianyar, M. Bahrun, usai menggelar Apel Deklarasi Perang terhadap handphone, pungutan liar (pungli), dan narkoba, Senin (27/9/2021).

Bacaan Lainnya

Apel deklarasi yang diikuti seluruh petugas Rutan Gianyar dan seluruh warga binaan Rutan Gianyar itu, jelasnya, dilakukan sebagai upaya progresif menyikapi permasalahan klasik yang sering muncul di rutan dan lapas, terutama mengenai HP, pungli dan narkoba.

“Adanya penggunaan HP di dalam lapas dan rutan, yang dimiliki secara illegal, sering kali menjadi biang kerok adanya gangguan keamanan dan ketertiban di dalam,” serunya.

Beredarnya HP dalam rutan, ucapnya, akan memunculkan dugaan tindak pidana, terutama pengendalian peredaran narkoba dari dalam lapas atau rutan.

Disamping itu, adanya HP di dalam lapas dan rutan juga menjadikan indikasi timbulnya instalasi listrik ilegal di blok hunian, yang pada akhirnya akan membahayakan jiwa bagi penghuni semua. “Kita tidak ingin kejadian kebakaran di Lapas Tangerang terulang kembali,” tegasnya.

Baca juga :  Bupati-Wakil Bupati Badung Terpilih Upacara “Mejaya-jaya”, Jamin Sediakan Vaksin Gratis

Karena itu, Bahrun menggelar deklarasi untuk membersihkan kawasan Rutan Gianyar dari HP, pungli dan narkoba. Terlebih lapas dan rutan di Indonesia, termasuk Rutan Gianyar, telah menyediakan sarana untuk komunikasi melalui video call secara gratis.

“Tidak ada alasan bagi warga binaan pemasyarakatan memiliki HP selama menjalani masa hukuman dalam Rutan Gianyar ini,” lugasnya.

Ditegaskan, jika ada yang melanggar deklarasi, maka tersedia sanksi yang disiapkan. Tata tertib lapas dan rutan sangat jelas mengatur mengenai hal-hal tersebut.

“Jika nanti ditemukan ada warga binaan yang membawa HP, maka akan diberi sanksi yakni dicabut hak-haknya, kemudian dipindahkan dan ditempatkan di sel tertutup yang sunyi. Sementara hak-hak yang dicabut itu mulai dari hak dikunjungi, hak remisi dan hak integrasi,” ungkapnya.

Jika warga binaan bisa memasukkan HP ke dalam rutan atas bantuan petugas rutan, sambungnya, oknum petugas rutan itu pun akan dikenakan sanksi sesuai peraturan disiplin pegawai dalam PP 53 Tahun 2010.

“Tentunya kita nanti melihat hasil pemeriksaan. Kalau memang terbukti ada oknum petugas yang nakal, maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” imbuhnya.

Dengan adanya deklarasi tersebut, dia berharap tidak ditemukan adanya HP maupun narkoba. Sebab, dia juga meningkatkan pemeriksaan dan penggeledahan lalu lintas barang dan orang yang keluar-masuk ke Rutan Gianyar secara rutin maupun insidentil.

Baca juga :  Larangan Kumpul Lebih dari Tiga Orang di Zona Merah

“Kami tetap bersinergi dengan unsur TNI dan Polri dalam mendukung dan mewujudkan Rutan Gianyar bebas halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba),” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.