GIANYAR – Beberapa destinasi wisata di Gianyar mulai buka, tapi hal itu belum disambut antusias pedagang suvenir dan artshop (toko kesenian) di wilayah Ubud. Sampai saat ini kondisi pasar masih sepi, minim kunjungan wisatawan. Kondisi itu diungkapkan Kepala UPT Pasar Ubud, I Wayan Sukadana, Senin (27/9/2021).
Dia menuturkan, pedagang yang masih buka hanya pasar tradisional, dan itu pun dengan skala terbatas. Namun, pedagang biasanya tutup lebih awal karena sepi pembeli.
Sementara toko suvenir atau artshop di Pasar Ubud, kata Sukadana, yang berjualan masih bisa dihitung dengan jari. “Yang buka, selain mengadu peruntungan, juga menjaga toko agar selalu bersih,” jelasnya.
Lebih jauh diungkapkan, sampai Senin (27/9/2021), belum ada kunjungan sama sekali ke Pasar Ubud, sedangkan wisatawan domestik juga hanya terlihat beberapa.
“Mungkin karena toko-toko pada tutup, wisatawan juga enggan masuk. Pedagang kerajinan saat ini lebih memilih menunggu. Kalau sudah ramai, dengan sendirinya juga buka,” terangnya.
Sukadana menjelaskan, di Pasar Ubud terdapat 1.151 pedagang, baik lancuban, los, toko dan suvenir. Secara umum pedagang suvenir yang buka sekitar 15 persen saja. Sebagai Kepala UPT pasar, dia berharap dengan dibukanya pariwisata, maka wisatawan akan berkunjung ke Pasar Ubud.
“Ini sudah dua tahun sepi pengunjung, kami semua berharap segera berjalan normal dan perekonomian segera bergulir,” harapnya. adi
























