BANGLI – Peringatan Hari Pangan Sedunia di Bali tahun ini dipusatkan di Kabupaten Bangli. Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati; Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar; Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta; dan para undangan.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, I Made Alit Parwata, dalam laporannya menyampaikan, penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia 2022 untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya pangan. Juga menjadi pengingat kita harus saling bergandengan tangan untuk terus menjadikan ketahanan pangan tangguh dan kuat.
Bupati Bangli dalam sambutannya, yang dibacakan Wakil Bupati Diar, menyampaikan penghargaan kepada penyelenggara atas dipercayanya Bangli sebagai tuan rumah peringatan Hari Pangan Sedunia di Bali. Hal itu dimaknai sebagai salah satu langkah untuk terus dapat meningkatkan ketahanan pangan bagi seluruh masyarakat.
Juga mengingatkan kita semua betapa pentingnya pangan. “Ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan yang menjadi tanggung jawab bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, demi keberlanjutan peradaban manusia,” ucapnya.
Untuk meningkatkan ketahanan pangan, katanya, berbagai tantangan dihadapi, antara lain degradasi kualitas lahan, air, alih fungsi lahan dan kerusakan lingkungan serta adanya perubahan iklim. Jika tidak diantisipasi dengan baik, akan mengakibatkan banjir, longsor dan kekeringan yang berdampak pada produktivitas pertanian.
Ketika kondisi itu berlanjut, akan mengancam kemiskinan di perdesaan rawan pangan. Upaya peningkatan ketersediaan pangan, lanjutnya, lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga.
Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan lahan pekarangan seadanya, belum secara maksimal, sehingga diperlukan pendekatan dalam pengembangan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. “Antara lain dengan membangun kebun bibit dan mengutamakan sumber daya lokal,” pesannya.
Wagub dalam sambutannya menambahkan, Hari Pangan Sedunia setiap tanggal 16 Oktober adalah momentum mengingatkan dunia, bahwa kekuatan setiap negara ditentukan oleh kemampuannya memenuhi kebutuhan pangan warga secara berkelanjutan.
Setiap keluarga dapat memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong untuk menanam komoditi pangan lokal, seperti cabai, bawang merah, umbi-umbian dan sayur-sayuran beserta buah-buahan.
Apalagi teknologi modern telah menawarkan macam-macam bentuk media tanam yang dapat dilakukan untuk bercocok tanam kapan dan di mana pun, misalnya kebun hidroponik, tambulapot dan sebagainya.
“Peringatan Hari Pangan Sedunia juga sebagai penanda pentingnya meningkatkan kesadaran akan kebutuhan pangan, sehingga kebijakan pertanian yang diterapkan oleh Pemprov Bali untuk memastikan ketersediaan pangan dapat terwujud,” tandasnya. gia
























