Kesadaran Pemilih Pemula Cukup Menggembirakan, KPU Denpasar Gencarkan Sosialisasi ke SMA

  • Whatsapp
SUASANA webinar sosialisasi pendidikan pemilih pemula di Kota Denpasar oleh KPU Denpasar. Kesadaran politik pemilih pemula dinilai menggembirakan, meski masih perlu perbaikan tentang pengetahuan administrasi kepemiluannya. Foto: ist
SUASANA webinar sosialisasi pendidikan pemilih pemula di Kota Denpasar oleh KPU Denpasar. Kesadaran politik pemilih pemula dinilai menggembirakan, meski masih perlu perbaikan tentang pengetahuan administrasi kepemiluannya. Foto: ist

DENPASAR – Partisipasi masyarakat (parmas) Denpasar yang relatif rendah dalam menggunakan hak pilih pada Pilkada Denpasar 2020, menjadi lecutan bagi KPU Denpasar. Salah satu upaya mendongkrak kesadaran politik dan demokrasi warganya, KPU gencar sosialisasi dengan menyasar pemilih pemula.

“Jika dilihat dari kesadaran politiknya, kami lihat pemilih pemula cukup menggembirakan. Namun, memang pengetahuan politiknya secara administrasi masih perlu perbaikan,” kata Divisi Sosialisasi, Parmas, dan SDM KPU Denpasar, Ni Ketut Dharmayanti Laksmi, Selasa (6/4/2021).

Bacaan Lainnya

Kata dia, sosialisasi dilakukan dengan cara daring dengan membidik para pelajar SMA/SMK di seluruh Denpasar. Kegiatan itu digarap sejak akhir Maret sampai dengan akhir April mendatang, dengan sekali daring menjaring partisipasi tiga sekolah. Setiap sekolah mengirim duta sebanyak 30 orang, menyesuaikan kapasitas webinar.

Lebih jauh dikatakan, pengetahuan politik secara administrasi yang dimaksud yakni masih asingnya syarat-syarat bagi pelajar itu dapat menggunakan hak pilih. Hal itu terlihat dari ragam pertanyaan yang diajukan ke KPU. “Misalnya ada yang bertanya apakah kalau belum punya KTP boleh memilih? Apa beda pemilihan yang dilakukan saat masa normal dengan ketika ada pandemi Covid-19? Ini menandakan bahwa kami harus lebih gencar lagi sosialisasi,” terangnya.

Baca juga :  Legislator PDIP Sayangkan Oknum PMI Cemooh Upaya Pemprov Bali

Meski demikian, Laksmi gembira karena tingkat kekritisan pemilih pemula itu relatif baik. Dia menilai ada kesadaran berdemokrasi dalam artian berbeda pilihan itu suatu hal lumrah, dan juga dilindungi undang-undang. Dia mencontohkan ada yang bertanya bagaimana cara agar dapat memilih tanpa “diintervensi” pilihan orangtua?

“Pertanyaan itu dapat dimaknai mereka ingin memilih sesuai hati nurani sendiri, bukan dipengaruhi orang lain. Kami jelaskan sebelum memilih agar mempelajari visi-misi calon, dan jika dirasa bagus atau sesuai maka pilihlah calon itu. Untuk itu, mencari tahu sosok calon memang jadi kewajiban, bisa lewat media massa atau media sosial,” ungkapnya.

Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, menambahkan, sosialisasi ini tidak sekadar berupaya meningkatkan tingkat parmas, melainkan menanamkan kesadaran politik kepada masyarakat, terutama pemilih pemula. Kata dia, pemilih pemula dijelaskan mengapa mereka penting dalam menggunakan hak pilih politiknya. “Tujuannya agar dapat pemahaman dasar kenapa mereka harus aktif ikut kegiatan kepemiluan. Dengan begitu kami harap mereka tergerak hatinya menggunakan hak pilih, tidak sekadar tercatat sebagai pemilih tapi mengabaikan hak politik mereka,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.