Kenalkan Aplikasi NTB Mall, Bunda Niken Ajak Perajin Manfaatkan Jualan Daring

  • Whatsapp
KETUA Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah (kiri) saat mengunjungi Galeri Showroom Kain Tenun Tradisional Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Foto: ist
KETUA Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah (kiri) saat mengunjungi Galeri Showroom Kain Tenun Tradisional Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Foto: ist

MATARAM – Pandemi Covid-19 telah menghambat seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali perekonomian. Berbulan-bulan didera wabah Corona, membuat semua bidang pekerjaan mengalami penurunan produktivitas yang tentu berdampak pula pada pendapatan.

Begitu juga yang dirasakan para perajin di seluruh dunia, khususnya di NTB. Banyak dari para perajin terpaksa harus mengurangi bahkan tidak berproduksi di awal Covid-19 melanda.

Bacaan Lainnya

Namun perlahan namun pasti, perajin mulai berkarya guna memulihkan kembali perekonomian yang sudah lama terhenti diakibatkan Covid-19. Perajin mulai bangkit dan melakukan pekerjaan yang mereka cintai.

‘’Tentunya, tetap dengan mengutamakan protokol kesehatan yang telah dianjurkan,’’ ujar Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat mengunjungi Galeri Showroom Kain Tenun Tradisional Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (10/10/2020).

Menurut Bunda Niken, sejatinya hidup aman dan produktif akan menjadi pilihan masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum usai.  Dengan hal ini, masyarakat akhirnya tetap mampu menjalankan aktifitas dan tetap menjaga diri agar terhindar dari virus Corona.

‘’Inilah yang menjadi tugas kami di Dekranasda, yakni memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh pengrajin di NTB, terlebih di masa pandemi ini,’’  kata dia.

Baca juga :  Lemari Pintar LG Styler Mulai Dipasarkan

Bunda Niken menegaskan, cara mencegah Covid-19, tidaklah sulit, asalkan disiplin diterapkan. Yakni, imbauan seperti menggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan sudah sangat ampuh untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh. ‘’Prinsip kita sekarang, bagaimana agar kita aman dan juga tetap produktif, caranya adalah tentu dengan mematuhi protokol kesehatan,’’ tegasnya.

Selain itu, Bunda Niken meminta perajin agar terus belajar dan menggali potensi yang dimiliki. Waktu luang yang banyak didapat saat pandemi berlangsung kemudian diharapkan menjadi momentum untuk terus mengasah diri. ‘’Tidak hanya belajar menenun, tapi kita bisa belajar membuat produk itu menjadi sesuatu yang bisa langsung digunakan, jadi tentu akan ada nilai tambahnya,’’ ucapnya.

Ia mengajak para perajin dan juga pengusaha pada umumnya untuk berani memanfaatkan teknologi di dalam memasarkan karyanya. Terlebih di situasi saat ini, digitalisasi menjadi sebuah keharusan agar usaha-usaha masyarakat dapat tetap bertahan dan terus berjalan.

Bunda Niken kemudian memperkenalkan aplikasi marketplace milik Pemda yaitu NTB Mall yang merupakan terobosan dari Dinas Perdagangan NTB. Melalui aplikasi ini, penjual dan konsumen tentunya dapat bertransaksi tanpa harus bertatap muka, sehingga akan mengurangi risiko terpapar Covid-19.

‘’Satu-satunya cara menjual produk kita saat ini adalah dengan menjualnya secara daring, nanti karya bapak ibu bisa dijual melalui NTB Mall tersebut,’’ pungkasnya.

Baca juga :  Gubernur NTB Yakin Program Sepeda Listrik Bakal Berjalan

Sebelumnya, Wakil Ketua II Dekranasda Kabupaten Lombok Timur, Hj. Nurhidayati Taufik, melaporkan saat ini ada ratusan perajin di Kabupaten Lombok Timur. Tidak dipungkiri, Covid-19 telah membuat mata pencaharian yang satu ini begitu banyak mendapatkan kesulitan. ‘’Untuk itu perlu upaya yang lebih dalam memulihkan perekonomian masyarakat,’’ terangnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.