Kembali Datangi PN Gianyar, Warga Guwang Gugat Bendesa dan Perbekel

  • Whatsapp
WARGA Guwang berkumpul di depan PN Gianyar, Kamis (2/9/2021). foto: adi

GIANYAR – Warga Guwang, Sukawati kembali mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Kamis (2/9/2021). Kedatangan mereka untuk mengawal gugatan yang dilayangkan perseorangan kepada pihak Desa Adat Guwang, Desa Dinas Guwang, dan Dinas Pendidikan terkait tanah yang kini berdiri SDN 1,2,3 Guwang, kantor Desa, serta Pasar Tenten atau Tenten Mart, dan kantor LPD.

Kedatangan puluhan warga tersebut mendapat pengawalan ketat kepolisian yang dipimpin Kapolres Gianyar, AKBP Made Bayu Sutha Sartana. Ketika Bendesa Adat, I Ketut Karben Wardana; didampingi Perbekel Guwang, Anak Agung Alit, keluar bersama Kapolres dari gedung PN Gianyar, suasana sempat memanas saat warga diminta membubarkan diri.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak melarang saudara untuk memberi dukungan terhadap kami selaku pengurus dalam perkara ini. Namun, kami mohon pengertiannya, karena masih dalam situasi PPKM Level 4, kami yang saudara percayai minta saudara sekalian untuk membubarkan diri, pulang ke Guwang. Jika situasi normal silakan beramai di sini kawal tanah leluhur kita,” lugasnya menggunakan pengeras suara dalam Bahasa Bali, dan disambut sorak-sorai warga.

Warga didominasi anak muda itu berteriak lantang untuk membela tanah leluhurnya. “Salingan kel kalah, sapih kel sing bang (jangankan kalah, imbang saja tidak tidak akan)!” teriak salah seorang warga. Hal ini membuat pihak kepolisian hampir terpancing situasi lantaran semua warga berteriak menyambut ucapan tersebut. Bendesa pun sempat terpancing perkataan warganya sendiri, sehingga sempat marah dan bicara dengan nada tinggi.

Baca juga :  Usai Bunuh Dokter Hewan, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

Bendesa Adat akhirnya minta kepada pihak kepolisian agar mengarahkan warga dengan tindakan persuasif, bukan dengan represif. “Kami mohon pengertian juga kepada pihak kepolisian agar mengarahkan warga kami dengan persuasif, mengingat ini dalam rangka membela tanah leluhur kami. Kami juga tidak setuju warga kami berkata provokatif,” serunya.

Dimintai komentar adanya kedatangan warga, Karben Wardana mendaku tidak ada koordinasi dari pengurus desa adat untuk mengajak warga ke PN Gianyar. Sebab, dia menyadari situasi PPKM saat ini. Menurutnya, kedatangan warga ini murni keinginan pribadi masing-masing untuk membela tanah leluhur, yang sudah ratusan tahun milik Desa Adat Guwang, kini digugat.

“Kami tidak ada mengkoordinasikan, hanya kami untuk transparansi mengumumkan kegiatan hari ini (kemarin) melalui media kami di Guwang. Biar warga tidak ada kecurigaan terkait apa yang kami lakukan,” terangnya.

Terkait gugatan ini, Karben Wardana berujar hanya menyampaikan resume terkait perdamaian. “Untuk dialog dilanjutkan Kamis depan,” tegasnya.

Pihak penggugat melalui kuasa hukumnya, I Wayan Suardika, juga menyampaikan hal yang sama terkait penyampaian resume. “Untuk isi resumenya nanti kami sampaikan Kamis depan,” katanya singkat. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.