Kayu Bangunan Digerogoti Rayap, Atap SDN 4 Jehem Rusak Parah

KEPALA SDN 4 Jehem, I Made Suka Murna, menunjukkan plafon gedung SD Negeri 4 Jehem di Banjar Sama, Undisan rusak parah. Foto: ist

BANGLI – Kondisi gedung SDNegeri 4 Jehem di Banjar Sama, Undisan rusak parah akibat hujan deras dalam sepekan terakhir. Kondisi bangunan yang sudah tua juga sangat memprihatinkan. Selain plafon menjelang jebol, kayu bangunan juga banyak digerogoti rayap. Dampaknya, atap ruang Perpustakaan yang juga difungsikan sebagai ruang kelas III mengalami bocor saat hujan.

Jebolnya atap terjadi pada Minggu (13/11/2022), saat murid masih libur. “Kondisi ini sempat dilaporkan ke Dinas, tapi hingga kini belum ada upaya perbaikan dari pemerintah,” ungkap Kepala SDN 4 Jehem, I Made Suka Murna, ditemui di lokasi.

Read More

Jika dilihat sepintas memang seperti tidak ada kerusakan, karena SDN 4 Jehem sempat mengikuti lomba UKS, sehingga bangunan sekolah dicat. Namun, khusus untuk bagian atap belum mendapat rehab. “Kalau dilihat sepintas, bangunan sekolah kami terlihat masih layak. Tapi kondisi atap yang mengkhawatirkan,” sebutnya.

Ruang guru, ruang kelas I, kelas III, dan ruang Kepala Sekolah relatif paling parah kerusakannya. Untuk sementara ruang Perpustakaan digunakan pula untuk kelas III dengan jumlah siswa 13 orang. Kayu penyangga bangunan sudah miring, reng rusak yang membuat banyak genteng jatuh, dan saat ini untuk sementara ditutup terpal.

Sebelum jebol, tuturnya, saat musim hujan air leluasa masuk ke ruangan kelas yang sampai saat ini masih dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar. Karena sering kena hujan, plafon pun rusak, malahan ada nyaris ambrol. “Jumlah siswa keseluruhan 102 orang, sebagian besar siswa Banjar Sama Undisan, Sama Geriya, dan Penida Pondokan,” paparnya.

Lebih jauh diutarakan, bangunan Inpres tahun 1976 ini sempat direhab atasnya saja. Dia berujar sudah melaporkan kondisi sekolah ke Disdikpora, dan petunjuk dari Dinas, jika usulan lewat Dapodik disebutkan kondisi rusak berat, maka tidak ditanggung dari dana DAK.

”Kami sudah ajukan kerusakan sekolah kategori rusak sedang, tapi sampai saat juga belum juga ada realisasi. Kami hanya menunggu saja dan berupaya waspada, terutama ketika saat jam belajar ada hujan lebat,” tandasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.