Kasus Positif Meningkat, 10 Desa di Bangli Masuk Zona Merah

  • Whatsapp
HUMAS GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa. Foto: ist
HUMAS GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa. Foto: ist

BANGLI – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangli cenderung meningkat, terbukti dari banyaknya desa yang masuk zona merah. Sesuai data Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Kabupaten Bangli per tanggal 10 Agustus, tercatat sebanyak 10 desa di Bangli masuk zona merah. Data itu dibenarkan Humas GTPP Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Rabu (11/8/2021).

Mengacu jumlah yang dirawat per desa, sebutnya, tercatat sebanyak 10 desa kini masuk zona merah. Untuk Kecamatan Bangli, dari sembilan desa/kelurahan, tercatat Kelurahan Cempaga dan Kelurahan Kawan masuk zona merah, sisanya masuk zona kuning dan oranye. “Hanya Desa Pengotan yang masuk zona hijau,” sebutnya.

Bacaan Lainnya

Untuk kecamatan Tembuku, lanjutnya, dari enam desa yang ada, tidak ada yang masuk zona hijau. Misalnya Desa Peninjoan masuk zona merah, sedangkan Desa Bangbang masuk zona kuning dan sisanya zona oranye. Bahkan untuk di Kecamatan Susut, kondisnya lebih parah, dengan empat desa yakni Desa Abuan, Apuan, Demulih dan Susut masuk zona merah, sedangkan sisanya zona oranye.

Di Kecamatan Kintamani, dari 46 desa yang warganya ada dirawat, hanya tiga desa ditetapkan masuk zona merah yakni Desa Sekardadi, Desa Songan B dan Desa Kintamani. Sisanya empat desa masuk zona oranye, 15 desa zona kuning, dan 24 desa zona hijau. Secara akumulasi, total jumlah kasus mencapai 3.688, sembuh 3.150 (86 persen), dirawat 380 (10 persen), meninggal 158 (4 persen).

Baca juga :  Komulatif PDP Covid-19 Capai 130 Orang, 87 Negatif dan 9 Positif

“Dibandingkan hari sebelumnya, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 32, sembuh 43 dan penambahan korban meninggal satu orang,” bebernya.

Terkait capaian Gerakan Serentak (Gertak) Vaksin di Bangli, jelas Dirgayusa, untuk dosis I dari 174.578 target sasaran, yang teregistrasi sebanyak 157.404 (98 persen) dengan capaian 157.404 (90,16 persen). Sementara untuk dosis II, dari 174.578 target sasaran vaksinasi, yang teregistrasi baru mencapai 56.175 (32,16 persen) dengan capaian yang divaksin sebanyak 56.074 (32,12 persen).

“Dibandingkan dengan target sasaran, capaian Gertak Vaksin dosis II memang masih sedikit. Untuk itu, saat ini secara bertahap kami masih terus berupaya mengejar target tersebut,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.