Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Semua RS di Denpasar Mulai Cemas Terjadi Kelangkaan Oksigen

  • Whatsapp
KEPALA Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sri Armini. foto: ist

DENPASAR – Pemkot Denpasar mulai harap-harap cemas jika rumah sakit (RS) yang ada di Kota Denpasar mengalami kelangkaan oksigen, menyusul terus melonjaknya kasus positif covid-19 dalam tiga pekan terakhir, yang berdampak pada meningkatnya kasus aktif (pasien dalam perawatan) di ibu kota provinsi Bali itu.
 

Kecemasan ini cukup beralasan, karena banyak rumah sakit di sejumlah wilayah di Jawa sudah mengalami kelangkaan akibat naiknya kasus positif Covid-19. Keadaan ini membuat rumah sakit yang ada di Kota Denpasar dag dig dug karena takut akan adanya lonjakan kasus.

Bacaan Lainnya

“Semua RS di Denpasar sudah spot jantung. Mudah-mudahan di Bali tidak terjadi lonjakan kasus seperti di Jawa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Ni Luh Putu Sri Armini, disela-sela pencanangan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, di SMPN 8 Denpasar, Senin (5/7/2021).

Menurut Sri Armini, ketersediaan oksigen di RS yang ada di Kota Denpasar saat ini, diakui memang masih mencukupi karena masih ada cadangan. Namun kondisi tersebut menurutnya tetap tidak aman, jika lonjakan kasus terus terjadi. ”Makanya kami berharap masyarakat tetap taat protokol kesehatan sehingga kasus covid 19 bisa melandai,” harapnya.

Baca juga :  HGN di SMP PGRI 9 Denpasar, Tingkatkan PBM Berbasis TI, Tetap Perhatikan Kesejahteraan Guru

Pihaknya juga berharap semua pihak ikut bahu membahu utamanya masyarakat agar taat prokes. Pasalnya jika tak ditangani dari hulu, ini bisa berakibat pada menipisnya cadangan oksigen dan kapasitas ruang perawatan di rumah sakit.  

Sri Armini menyebut, ruang ICU untuk tiga rumah sakit rujukan di Denpasar yakni RSUD Wangaya, RSUP Sanglah dan RS Bali Mandara tingkat keterisiannya sudah 100 persen lebih. “Ruang ICU di tiga rumah sakit rujukan di Denpasar sudah penuh. Bahkan tingkat keterisiannya 100 persen lebih,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk BOR atau tingkat keterisian kamar mencapai 70 sampai 80 persen. Dengan kondisi seperti ini, kata Sri Armini, semua pihak harus ikut menekan kasus covid 19 agar tidak semakin meningkat dengan cara mentaati Prokes dengan ketat.

Dengan diterapkannya PPKM Darurat ini, Sri Armini berharap bisa menurunkan kasus Covid-19. “Memang sekarang karena baru diberlakukan, kan belum terlihat hasilnya. Namun kami berharap dua minggu kedepan kasus bisa melandai,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam tiga pekan terakhir ini, lonjakan kasus positif terus meningkat di Kota Denpasar. Terkini, Senin (5/7/2021) terjadi penambahan kasus positif sebanyak 139 orang, sementara pasien sembuh sebanyak 94 orang sehingga secara langsung menambah kasus aktif (pasien dalam perawatan) yang kini jumlahnya mencapai 886 orang. Padahal kasus aktif per 13 Juni 2021 lalu, sempat berada pada titik terendah, hanya 88 orang (0,59%). yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.