KARANGASEM – Menderita kanker leher yang tidak kunjung sembuh, IGP (64) jadi frustrasi. Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem ini memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Selain frustrasi dengan penyakit kanker yang menyebabkan bengkak dan membuat mendiang kesulitan bicara, sehari sebelum kejadian mendiang sempat mengeluh sesak napas ke istrinya,” kata Kapolsek Bebandem, AKP I Wayan Gede Wirya, Kamis (3/11/2022).
Kapolsek mengatakan, peristiwa tersebut diketahui kali pertama oleh cucu mendiang berinisial KKAP (6). Saat itu NLS (63), istri mendiang, sedang memasak di dapur. KKAP lalu datang mencari dan berkata melihat kakeknya tergantung di palang pintu kamarnya.
Mendengar penuturan itu, langsung bergegas menuju kamar yang disebutkan cucunya. Ternyata benar, mendiang dalam keadaan menggantung di palang pintu kamar cucunya. Setelah itu, NLS memanggil IKAW, anaknya, dan keluarga lainnya.
Ketika diturunkan dan dibawa menuju kamar tidur, saat itu IGP sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Salah satu keluarga lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bebandem.
Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Bebandem, tidak ada ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh mendiang. Karena itu tim medis memastikan IGP meninggal murni karena bunuh diri.
“Keluarga mendiang mengaku ikhlas atas kepergian mendiang dengan cara seperti itu, dan juga sudah membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan otopsi,” tandas Kapolsek. nad
























