Kadisnakertrans NTB Berikan Nomor HP, Lepas Keberangkatan Pekerja Kelapa Sawit ke Kalteng

  • Whatsapp
KEPALA Disnakertans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, saat melepas puluhan warga NTB yang bekerja di tahap pertama di perusahaan kelapa sawit di Kalteng. Foto: rul
KEPALA Disnakertans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, saat melepas puluhan warga NTB yang bekerja di tahap pertama di perusahaan kelapa sawit di Kalteng. Foto: rul

MATARAM – Sebanyak 20 pekerja asal NTB dikirim ke Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk bekerja di kebun kelapa sawit. Mereka dilepas secara simbolis Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, Kamis (17/6/2021) malam.

Mereka merupakan pekerja tahap pertama  yang direkrut PT Abinggo Bintang Buana. Pekerja tersebut diberangkatkan melalui Bandara Internasional Lombok  menuju Kalimantan Tengah, Jumat (18/8/2021). ‘’Mereka akan ditempatkan pada perusahaan perkebunan kelapa sawit di provinsi itu,’’ ujar Gede pada wartawan dalam siaran tertulisnya, Sabtu (19/6/2021).

Bacaan Lainnya

Pada acara pelepasan itu, Aryadi menyerahkan nomor telepon dan WA kepada para pekerja. Nomor kontak tersebut dipakai untuk melaporkan jika menghadapi permasalahan di tempat kerja. Terlebih jika mendapat perlakuan tidak semestinya.

Situasi yang mengancam keselamatan atau hak-hak pekerja tidak diberikan. ‘’Jika menghadapi masalah di tempat kerja, tolong hubungi kami melalui nomor itu,’’ pesan Aryadi.

Pemprov NTB, kata dia, wajib melindungi dan melayani para pekerja. ‘’Ini menjadi komitmen kami,’’ tegas mantan Irbansus pada Inspektorat Provinsi NTB itu.

Gede meminta perusahaan memberikan jaminan perlindungan penuh kepada para pekerja. Bahkan, sebelum pengiriman tenaga kerja, 27 April 2021, pihaknya menerima kunjungan kerja kepala Dinas Tenaga Kerja Kalimantan Timur bersama sejumlah pengusaha.

Baca juga :  Toyota Thailand Open: Praveen/Melati Langsung Tumbang, Hafiz/Gloria Melaju

Mereka juga menawarkan kesempatan kerja bagi warga NTB untuk di kebun sawit. Tapi ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap para tenaga kerja. Baik berupa kepastian hukum melalui kontrak kerja. Serta jaminan keselamatan kerja di daerah tujuan.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Abinggo Bintang Buana, Wu Cui Ping atau Marta menjelaskan, tahun 2021 pihaknya menyediakan kuota 1.950 orang untuk dipekerjakan di kelapa sawit tersebut. Prosedur perekrutan melalui jalur resmi. Dimana para pekerja akan diikat dengan kontrak melalui perjanjian kerja yang disebut akad.

Lebih jauh Marta memaparkan, PT Abinggo tidak membebankan biaya kepada calon pekerja. ‘’Bahkan gaji yang diterima para pekerja minimal Rp5 juta,’’ katanya.

Selain itu, para pekerja juga dilindungi asuransi ketenagakerjaan dam kesehatan. Dilokasi kerja para pekerja nanti akan ditempatkan di perumahan layak huni. ‘’Kami menekakan kepada user agar memperhatikan semua yang menjadi hak dari para pekerja,’’ katanya.

Dalam akad kerja hak dan kewajiban pekerja jelas tertera. Bahkan dalam akad tersebut juga ditandatangani oleh dinas tenaga kerja. Pemberangkatan para pekerja sendiri dilakukan secara bertahap. ‘’Karena ini di masa pandemi jadi tidak bisa dalam jumlah besar, proses pemberangkatannya juga harus sesuai protokol kesehatan Covid-19,’’ tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.