Nilai Keterbukaan dan Informasi KPU Kabupaten/Kota, KPU NTB Gandeng KI

  • Whatsapp
KETUA KPU NTB, Suhardi Soud (dua kiri), bersama Ketua KI NTB, Sueb Qury (tengah), menunjukkan nota kesepahaman Implementasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di lingkup KPU se-NTB, Jumat (18/6/2021). Foto: rul
KETUA KPU NTB, Suhardi Soud (dua kiri), bersama Ketua KI NTB, Sueb Qury (tengah), menunjukkan nota kesepahaman Implementasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di lingkup KPU se-NTB, Jumat (18/6/2021). Foto: rul

MATARAM – KPU NTB menggandeng Komisi Informasi (KI) NTB untuk penilaian pengelolaan layanan informasi di KPU kabupaten/kota di NTB. Penandatanganan nota kesepahaman implementasi keterbukaan informasi publik (KIP) di lingkup KPU NTB dilakukan Ketua KPU NTB, Suhardi Soud; bersama Ketua KI NTB, Sueb Qury; disaksikan Asisten III Setda NTB, Nurhandini Eka Dewi; dan Ketua Bawaslu NTB, M. Khuwailid, Jumat (18/6/2021).

Suhardi Soud mengatakan, dia ingin anugerah keterbukaan informasi publik yang empat kali diperoleh KPU NTB bisa ditularkan kepada KPU kabupaten/kota di NTB. Hal itu juga sejalan dengan permintaan KPU RI. “Setelah disentil KPU RI, kami terus mencoba berkolaborasi agar informasi tersampaikan ke kabupaten/kota. Maka kami menggandeng KI NTB untuk menilai informasi yang baik dan terbuka itu,” terang mantan Ketua KPU Sumbawa itu.

Bacaan Lainnya

Penandatangan nota kesepakatan, sambungnya, sebagai jalan agar keterbukaan informasi soal kepemiluan dan segala tahapannya sampai di kabupaten/kota. Apalagi hal itu merupakan keharusan, karena KPU mengelola anggaran negara, dan publik berhak memperoleh informasi. “Kami biasa terbuka, semua tahapan pemilu itu berbasis aplikasi. Jadi, nanti tim KPU NTB bareng dengan KI akan melakukan penilaian terkait pelayanan PPID, bagaimana keterbukaan informasinya,” katanya. 

Baca juga :  HBK Peduli Siap Salurkan Ribuan Telur ke Lombok, Berdayakan Peternak Lokal

Menurutnya, KPU harus dapat mencerminkan kinerja sebagai lembaga modern dengan ciri transparansi, kecepatan dan ketepatan dalam pengelolaan informasi. Selain itu, dalam era modern, kebutuhan akan informasi tidak boleh lagi dibatasi ruang dan waktu. “Karenanya, perlu diupayakan inovasi untuk mempermudah publik dalam memperoleh informasi. Ini karena kita tidak punya kemampuan verbal, jadi aplikasi yang banyak kita ciptakan. Salah satunya, Silon dan Sidalih,” ulasnya.

Sueb Qury pada kesempatan itu mengapresiasi keberhasilan KPU NTB yang empat kali meraih anugerah keterbukaan informasi publik. Hanya, cetusnya, itu belum lengkap jika tidak diikuti KPU kabupaten/kota di NTB. Dia pun berharap nota kesepakatan tersebut bisa lebih paripurna jika diikuti KPU kabupaten/kota.

Dalam pandangan Nurhandini Eka Dewi, keterbukaan informasi adalah suatu keniscayaan, dan dekat dengan akuntabilitas. Karena itu dia menyerukan jajaran Pemprov NTB tidak bisa lagi mundur, mengingat NTB masuk kategori provinsi terbuka informasinya secara nasional saat ini.

“Penandatanganan ini adalah bentuk pembelajaran mengorganisir agar KPU NTB tidak bisa puas dengan penghargaan. Sekali lagi,  penyatuan informasi yang terbuka itu penting agar fitnah ke KPU yang macam-macam bermunculan bisa terhindarkan,” pesannya. 

Eka minta aplikasi keterbukaan informasi yang dimiliki KPU NTB dan KPU kabupaten/kota di NTB bisa dimasukkan sebagai salah satu inovasi Pemprov NTB dalam lomba inovasi daerah. “Nanti saya bantu beri kode lombanya. Bagi saya apa yang dilakukan KPU NTB ini cukup baik dan layak masuk dalam lomba inovasi daerah tingkat nasional,” tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.