POSMERDEKA.COM, TABANAN – Dinas Pendidikan Tabanan telah melakukan penelusuran terkait kabar yang menyebutkan siswa SMA tidak bisa membaca. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar, dan merupakan opini sepihak yang beredar di media sosial.
Dia menyatakan pihaknya sudah menelusuri hal itu, dan yang ada bahwa hal itu tidak benar. “Pernah ada kejadian, tapi si siswa hanya tidak lancar membaca, dan siswa ini sudah tamat sekolah,” ungkapnya belum lama ini.
Dari penelusuran Disdik Tabanan, mantan siswa tersebut malah bisa menggunakan gadget dengan lancar. “Jika ini yang dimaksud, saya meragukan ada opini tidak bisa membaca,” ujar Darma Utama.
Kadisdik Tabanan tidak menampik ada ketertinggalan pembelajaran peserta didik yang tidak bisa mencapai tahapan membaca sesuai standar. Hal ini disebabkan karena keberadaan siswa berkebutuhan khusus. “Karena sekarang sekolah diharapkan bisa menerima semua siswa, atau sekolah inklusif,” ujarnya.
Tapi, lanjutnya, hal tersebut sudah dilakukan penanganan dengan pendampingan pada level kelas, disiapkan tenaga pendidik inklusi, serta dikuatkan dengan pembentukan tim penguatan literasi dan numerasi sekolah beserta tim kabupaten. Selain itu, juga disebutkan ada ketertinggalan belajar yang terjadi karena ada kasus kekerasan di sekolah seperti bullying.
“Hal itu sudah ditangani oleh Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Satuan Pendidikan atau TPPKSP,” ujar Darma Utama, seraya berharap masyarakat bisa secara cerdas menilai informasi yang beredar di media sosial, serta mencari sumber-sumber informasi yang bisa dipercaya. “Itulah pentingnya literasi, agar semua pihak tidak terjebak dengan informasi yang keliru, apalagi informasi salah,” imbuhnya. gap






















