Kader Tertentu Dicoret Tanpa Alasan, Pencalegan PDIP Bali Terganjal Guncangan Internal

PARA kader PDIP berkumpul di DPD PDIP Bali saat akan pengumuman para calon kepala daerah yang diusung pada Pilkada 2020 silam. Situasi pencalegan PDIP mengalami turbulensi karena ada nama-nama tertentu dicoret tanpa alasan yang jelas. Foto: hen
PARA kader PDIP berkumpul di DPD PDIP Bali saat akan pengumuman para calon kepala daerah yang diusung pada Pilkada 2020 silam. Situasi pencalegan PDIP mengalami turbulensi karena ada nama-nama tertentu dicoret tanpa alasan yang jelas. Foto: hen

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kondisi internal PDIP Bali yang selama ini terlihat landai di permukaan, diam-diam ternyata ada turbulensi politik terkait pencalegan. Ada kader-kader tertentu yang sebelumnya dicalonkan oleh DPC, tapi kemudian “menghilang” setelah diverifikasi oleh DPP. Padahal kader itu terbilang pendulang suara besar untuk partai pada Pemilu 2019 lalu. Yang jadi pertanyaan, alasan pencoretan tidak dijelaskan.

“(Soal nama caleg) itu baru dua hari lalu dikirim dari DPP, jam 2 pagi. Itu pun lewat chat WA, bukan lewat surat. Kalau jelasnya silakan tanya Turah Jaya Negara (Sekretaris DPD PDIP Bali) atau Pak Cok Agung (Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Bali),” sebut sumber yang menolak disebut namanya, Selasa (2/5/2023).

Read More

Sumber menambahkan, pencoretan nama-nama tertentu yakni AS, WR dan PY tersebut kental aroma like and dislike. Alasannya, pencoretan akan elegan jika disertai dengan data penunjang dan pertimbangan matang, terutama terkait kesalahan kader itu. Jika tidak dibuktikan kesalahan atau kekurangannya, akan membuat kader itu seakan tersandera atas sesuatu yang tidak dilakukan.  

“Ini pasti akan meledak nanti, lihat saja. Kita ini mau hattrick menang pemilu, jangan dong urusan pribadi kemudian dibawa ke partai,” sungutnya sembari memberi latar belakang atau konteks peristiwa pencoretan itu.

Sumber lain menambahkan, internal DPD PDIP sibuk berkoordinasi untuk meredam persoalan ini agar tidak menjadi guncangan keras. Apalagi tenggat pendaftaran masih tanggal 14 Mei, masih bisa konsolidasi agar nama-nama yang terdepak dapat diakomodir kembali. Petinggi partai sampai berencana menghadap ke DPP untuk memperjuangkan agar kader yang dicoret untuk dikembalikan ke DCS.

Pernyataan ini seakan mengonfirmasi pernyataan Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster, yang mendaku ihwal pencalegan masih berproses.

“Sebentar lagi keluar SK, (berarti) belum. Masih proses, kira-kira seminggu lagilah. Saya kira minggu sudah aman, (minggu ini) belum, belum,” ucapnya saat diwawancarai usai rapat paripurna DPRD Bali, Selasa (2/5/2023).

Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Bali, Tjokorda Gede Agung, yang dimintai tanggapan sebelum rapat paripurna DPRD Bali dilangsungkan, menolak berkomentar soal ini. “Jangan tanya saya soal itu. Saya belum dapat suratnya, apa yang mau saya komentari?” kelitnya.

Ketua Fraksi PDIP Bali, I Dewa Made Mahayadnya, yang ditemui usai rapat paripurna DPRD Bali, membantah ada caleg yang dicoret oleh DPP. Argumennya, secara mekanisme, caleg yang dapat nomor DCS akan mendapat pesan Whatsapp (WA) dari Kesekretariatan DPP. Apakah yang tidak mendapat WA berarti tidak dapat nomor dalam DCS? “Ya, kira-kira begitu,” jawab Dewa Jack, sapaan akrabnya, dengan nada kalem.

Lebih jauh disampaikan, karena mekanisme tersebut berlaku di seluruh Indonesia, DPD berkewajiban mengecek lewat grup WA siapa saja yang sudah mendapat WA dari DPP. Misalnya Dapil Buleleng ada kuota 12 kursi yang terdiri dari 8 caleg laki-laki dan 4 caleg perempuan, DPD akan memverifikasi apakah sudah ada 12 orang yang mendapat WA. Jika kurang dari kuota, maka DPD akan membantu menanyakan kekurangannya ke DPD.

Soal ada nama kader tertentu yang “hilang” dari DCS, dia mengaku juga belum tahu, karena proses pencalegan masih berjalan sampai 14 Mei mendatang. PDIP memberi calegnya untuk memproses pengurusan syarat pendaftaran sampai tanggal 8 Mei nanti, misalnya SKCK atau syarat lainnya. Pendaftaran resmi baru akan dilakukan mulai Senin (8/5/2023) nanti dengan memakai aplikasi Silon KPU.

Didesak mengapa nama AS dan WR sampai lenyap dari pencalonan, dia berujar sesuai pemahaman di DPD PDIP, sampai saat ini belum ada nama yang hilang. Sebab, kesekretariatan masih mengecek siapa saja yang masuk dan belum masuk. Nanti DPD yang kroscek ke DPP.

“Belum bisa dikatakan dicoret atau tidak karena masih berproses, kita tunggulah sampai tanggal 8 Mei. Kalau ada yang (setelah 8 Mei) tidak dapat WA, berarti tidak dapat nomor (pencalegan),” pungkas politisi asal Buleleng tersebut. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.