TABANAN – Jajaran KPU Tabanan rutin tiap bulan melakukan rekapitulasi jumlah pemilih di Kabupaten Tabanan, melalui program pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB). Saat rekapitulasi pada Januari 2022, jumlah pemilih pada Januari ini berkurang 206 orang jika dibandingkan dengan jumlah pemilih pada bulan sebelumnya. Hal itu diutarakan Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa, Kamis (27/1/2022).
Berdasarkan hasil rekap, sebutnya, jumlah pemilih sebanyak 364.675 orang. Secara rinci, pemilih laki-laki sebanyak 179.173 orang dan 185.502 pemilih perempuan. “Pada Desember 2021, tercatat 364.881 pemilih,” ungkap Weda didampingi Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi, I Ketut Sugina, saat rapat pleno intern di Kantor KPU Tabanan.
Berkurangnya jumlah pemilih pada bulan ini, lanjutnya, karena data yang didapat KPU Tabanan ada 206 pemilih dicoret karena meninggal dunia. Pemilih yang meninggal dunia dimaksud tersebar di beberapa kecamatan, seperti di Kecamatan Kediri, Pupuan, Tabanan, dan Kerambitan. “Data ini adalah yang kami dapat dari hasil koordinasi dengan pihak desa, kemudian kami lakukan penyandingan dengan Disdukcapil Tabanan guna mengecek akta kematian. Makanya didapat jumlah sebanyak (206) itu,” beber Weda.
Sugina menambahkan, selain mencoret 206 pemilih pada bulan ini, KPU Tabanan juga mengubah data pemilih yang ada dalam DPB bulan sebelumnya. Selain mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat, KPU juga memasukkan pemilih baru dan mengubah elemen data.
Pada Januari ini, dia berkata mengubah elemen data sebanyak 83 pemilih, seperti perubahan status perekaman dan perubahan elemen data lainnya. “Namun, catatan perubahan elemen data itu tidak mempengaruhi jumlah pemilih,” jelasnya.
Dia berharap kepada pihak terkait dan masyarakat agar turut serta berpartisipasi dalam upaya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Caranya dengan melaporkan kepada KPU Tabanan atau aparat desa, kecamatan, atau Disdukcapil Tabanan jika ada keluarga atau warga yang memenuhi syarat sebagai pemilih, tidak memenuhi syarat lagi, serta ada perubahan elemen data. “Dengan bantuan masyarakat, kami yakin data pemilih yang dihasilkan untuk Pemilu 2024 akan makin valid,” tandasnya. gap























