KARANGASEM – Perahu jukung dan jaring nelayan di kawasan Perairan Amed dan Bunutan, Kecamatan Abang sering ditabrak kapal ferry yang melintas. Keluhan itu disampaikan ratusan nelayan dari beberapa kelompok nelayan di Amed dan Bunutan ke Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, Kamis (24/11/2022).
Dalam pertemuan di Wantilan Objek Wisata Amed, perwakilan nelayan minta KSOP Padangbai bisa mengimbau dan mengingatkan kapal yang melintas di dekat jalur Tol Laut di perairan Amed dan Bunutan untuk mengurangi kecepatan. Selain itu menghindari jukung nelayan.
I Wayan Sujana, salah satu perwakilan nelayan di Banjar Dinas Banyuning, Bunutan, menuturkan, sejak dibukanya Tol Laut yang melintasi Perairan Kubu, Amed dan Bunutan, banyak perahu dan jaring nelayan yang ditabrak kapal ferry. Kapal itu menempuh rute Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi-Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok.
Nelayan, jelasnya, sebenarnya sudah memberi tanda dengan memasang layar jukung mereka. Tujuannya agar nakhoda kapal yang melintas mau menghindari aktivitas nelayan yang tengah menangkap ikan. Sayang, itu sering tidak dihiraukan para nakhoda kapal, sehingga banyak jukung dan jaring nelayan tertabrak kapal.
“Nelayan yang jukung dan jaringnya ditabrak kapal, mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. Harga jaring itu mahal sekali, satu karungnya itu sampai dua juta. Satu jukung bisa bawa tiga hingga empat karung jaring, jadi kerugiannya bisa sampai 10 juta rupiah lebih,” keluhnya.
Sujana dan nelayan lainnya mohon ke KSOP Padangbai agar bisa mengontak dan mengingatkan kapal-kapal yang melintas agar berhati-hati. Sekurang-kurangnya bisa mengurangi kecepatan kapal, terutama dari pukul 06.00 Wita hingga 09.00 Wita.
Terkait keluhan para nelayan, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, Jumat (25/11/2022) menyebut akan menyampaikan semua aspirasi itu ke pihak berwenang di Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Gili Mas, Lombok.
Termasuk ke VTS Pelabuhan Benoa Bali untuk mengimbau kapal yang melintas di jalur tersebut agar berhati-hati, juga mengurangi kecepatan dari pukul 60.00 Wita hingga 09.00 Wita. nad
























