Irfani Nilai Pendidikan Akhlak Penting di Era Perkembangan Teknologi

LALU Hadrian Irfani (kiri) bersama Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB, Lalu Hadrian Irfani, mendorong agar APBN diprioritaskan untuk sektor pendidikan. “Pengalaman saya mengatakan bahwa saat ini terjadi tantangan luar biasa. Tapi dasarnya justru ada di pendidikan,” kata bacaleg DPR RI Dapil Pulau Lombok itu, Senin (14/8/2023).

Ketua Komisi V DPRD NTB itu melihat, postur anggaran perlu memberi ruang lebih luas terhadap dunia pendidikan. Ada dua unsur penting yang harus dibiayai negara di bidang pendidikan, yaitu sarana dan kualitas pendidikan dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Anggaran harus diberi kepada pendidikan, terutama kepada lembaga yang masih dalam proses berkembang.

Read More

Dia mengupayakan agar separuh anggaran yang dialokasikan ke masing-masing kementerian dipotong, dan dialokasikan kepada perbaikan SDM dan pendidikan nasional. Dengan cara itu maka Indonesia dapat siap menyambut bonus demografi pada 2030-2040. “Ketua Umum kami, Muhaimin Iskandar atau Gus Imin, memberi perhatian sangat besar terhadap sektor pendidikan, baik formal maupun nonformal,” jelasnya.

Selain itu, dalam menghadapi era perkembangan teknologi dan disrupsi informasi, salah satu aspek pendidikan yang perlu ditingkatkan adalah pendidikan karakter. Rendahnya literasi dan keberadaban digital dengan tingginya tingkat penetrasi internet yang kemudian memicu lahirnya berbagai persoalan.

Di sini pentingnya kehadiran institusi yang mengajarkan pendidikan akhlak. “Tumbuhnya paham radikalisme sebagai konsekuensi dari pemaknaan sempit dan tidak kontekstual terhadap ajaran agama, juga mulai merasuk ke generasi muda bangsa,” sesalnya.

Selain pendidikan akhlak, wawasan kebangsaan juga perlu diberikan kepada generasi penerus bangsa. Selanjutnya negara harus hadir dalam menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks NTB, Irfani mendorong Pemprov NTB dan pemkab/pemkot untuk membumikan pendidikan berbasis teknologi (teknologi tepat guna).

Intinya, mendorong anak-anak NTB di bidang keilmuan masing-masing agar mampu bertransformasi. Pun mengaktualisasikan pikiran menghasilkan buah karya baru di bidang teknologi, tidak sekadar menjadi pemakai teknologi yang ada.

Menurutnya, anak-anak NTB tidak kekurangan ilmu pengetahuan. Pemerintah daerah hanya perlu memberi ruang lebih luas bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitasnya. Karena itu perlu diperbanyak kompetisi atau lomba tentang sains-teknologi secara berkala, agar di NTB muncul talenta muda kreatif dengan penemuan dan inovasi.

Selain itu, dia berpendapat pemerintah daerah perlu memberi insentif atau bantuan bagi anak-anak muda NTB yang bergerak di bidang sains dan teknologi. Muaranya adalah menghasilkan penemuan yang out of the box. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.