Ini Sebabnya, Pedagang Pasar Seni Kuta Tak Mau Buka Toko

  • Whatsapp
AKTIVITAS pedagang Pasar Seni Kuta sebelum Pandemi Covid-19. Foto: gay
AKTIVITAS pedagang Pasar Seni Kuta sebelum Pandemi Covid-19. Foto: gay

MANGUPURA – Penerapan sistem ganjil genap operasional pedagang di Pasar Seni Kuta nampaknya belum jalan. Pasalnya, kondisi wisatawan masih lesu untuk berbelanja dan belum dibukanya pariwisata internasional, membuat pedagang tak membuka kiosnya. Mereka takut ketika membuka toko, justru rugi karena beban operasional.

‘’Pedagang yang di Pasar Seni Kuta memang belum mau buka, karena masih tidak ada pembeli. Jadi mereka masih enggan membuka toko, sebab ngapain mereka buka, kalau sepi. Lebih baik mereka tutup. Kalau buka tidak dapat jualan, itu resiko buat mereka,’’ kata Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, Minggu (26/7).

Bacaan Lainnya

Diakuinya, secara umum kondisi Kuta masih sepi turis, walaupun penerapan tatanan kehidupan baru telah diberlakukan mulai 9 Juli lalu. Hal itu lantaran kunjungan wisatawan masih belum dibuka, sementara wisatawan yang masih ada di Bali sedikit. Mereka cenderung kebanyakan datang bermain surfing ke pantai Kuta. Pihaknya mengaku prihatin atas kondisi tersebut, sebab masyarakat sudah dilema menghadapi situasi saat ini.

Di sisi lain, pihaknya setiap pedagang dan masyarakat di wilayah Kuta sudah mengikuti imbauan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19. Yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti rajin menggunakan masker, rutin mencuci tangan, menerapkan pola jaga jarak fisisk maupun melakukan cek suhu tubuh dengan thermo gun. 023

Baca juga :  Serap Aspirasi Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Agenda Komisi VI DPR RI di Bali

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.