DENPASAR – Harus diakui hingar bingar penyerahan bonus bagi atlet peraih medali Porprov Bali XV, tampak berbeda jauh dari sebelum sebelumnya. Alasannya jelas, karena secara umum bonus turun, kecuali peraih medali emas atlet perorangan tetap sebesar Rp60 juta seperti Porprov edisi sebelumnya (2019).
Intinya, ada kecemburuan sosial diantara para atlet, ofisial dan pengurus cabang olahraga (cabor) terhadap atlet peraih medali emas nomor perorangan. ”Kalau mau turun, turunlah semua. Jangan ada yang tetap dan ada turun bahkan turun drastis, ini tidak adil namanya,” cibir salah satu atlet di nomor beregu yang enggan namanya ditulis.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum (Ketum) KONI Denpasar IB. Tony Astawa mengaku bisa memaklumi. ”Tapi itulah keputusan yang harus dilakukan, sesuai kemampuan keuangan daerah (Pemkot Denpasar) saat ini setelah covid-19 mewabah selama 2 tahun, sehingga bonus medali emas cabor beregu jadi berkurang,” ujarnya, disela-sela pencairan bonus, Kamis (29/12/2022).
Pria yang akrab disapa Gus Tony ini menambahkan, KONI Denpasar mengajukan dana hibah untuk bonus atlet ke Pemkot (Wali Kota) sebesar Rp19 Miliar, namun disetujui Rp15 miliar karena kondisi keuangan Pemkot pasca covid-19. ”Ya…astungkara (disyukuri) saja, walaupun kita mengajukan ke Pemkot Rp19 M,” ujarnya seraya beraharap di tahun 2023 dapat lagi hibah bonus Rp4 Miliar dari Pemkot.
”Pastinya kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Wali Kota karena Rp15 Miliar itu, 100 persen cair,” ucap Gus Tony sambil menyampaikan pesan Wali Kota IGN. Jaya Negara, jangan jor-joran.
”Pak Wali berpesan kepada tiang (saya), jangan jor joran karena kondisi keuangan Pemkot berbeda dengan tahun 2019 dibandingkan 2022. Jangan mengikuti Badung karena pendapatan/PAD Badung jauh lebih besar dari Denpasar. Kita diharapkan fokus ke pembinaan. Kalau nantinya atletnya sudah jadi/berprestasi, silahkan mereka mencari kehidupan yang lebih baik secara profesional,” ujar Gus Tony menirukan pesan Wali Kota.
Pihaknya juga memberi sedikit rincian bahwa medali emas cabor perorangan memang benar Rp 60 juta, medali emas beach soccer (12 orang) Rp120 juta dan emas sepakbola (24 orang) sebesar Rp240 juta. ”Ini adalah Pekan Olah Raga multi event dengan diikuti beberapa cabor. Dimana dalam klasemen raihan medali hanya dihitung 1 emas walaupun timnya terdiri dari ganda maupun beregu,” sambung Gus Tony.
Ia juga mengingatkan, bahwa KONI Denpasar lah yang semangat minta ke Bapak Gubernur Bali untuk diselenggarakan Porprov Gotong Royong ini, setelah Kabupaten Badung menyatakan tidak siap sebagai host (tuan rumah). ”Karena apa…, karena Denpasar ingin memberikan kesempatan atlet-atlet bertanding…, soal bonus nomor dua lah,” pungkas Gus Tony. yes
























