Implementasikan P5 Kurikulum Merdeka, SMPN 2 Denpasar Tumbuhkan Jiwa Enterpreneur Siswa Melalui Kewirausahaan

KADISDIKPORA AA Gede Wiratama bersama Gusti Agung Ayu Made Seni Wati menunjukkan hasil olahan kuliner siswa dalam mengimplementasikan P5 Kurikulum Merdeka. Foto: ist
KADISDIKPORA AA Gede Wiratama bersama Gusti Agung Ayu Made Seni Wati menunjukkan hasil olahan kuliner siswa dalam mengimplementasikan P5 Kurikulum Merdeka. Foto: ist

DENPASAR – Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah salah satu program dalam Kurikulum Merdeka. Manfaat yang dapat diperoleh di antaranya, peserta didik memiliki ruang dan waktu untuk mengembangkan kompetensinya, memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam, serta memperkuat karakter Profil Pelajar Pancasila. P5 sendiri memiliki berbagai macam tema, di antaranya Bhinneka Tunggal Ika, Kewirausahaan, Kearifan Lokal, dan lain-lain.

Kepala SMPN 2 Denpasar, Gusti Agung Ayu Made Seni Wati, S.Pd., Selasa (20/9/2022), mengatakan, program kewirausahaan dipilih dalam mengimplementasikan P5. Persiapan sekolah dimulai dari rencana produksi kuliner khas Bali, yang meliputi pengumpulan informasi dari para pakar produk makanan. Siswa boleh mengumpulkan informasi dari keluarga atau orangtua. “Di P5 Merdeka Belajar, kita mengambil tema kewirausahaan untuk tiga bulan pertama,” kata Agung Seni Wati.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut dikatakan Agung Seni Wati, para peserta didik dibentuk secara berkelompok untuk mengerjakan proyek P5 kewirausahaan. Ia menyebut seluruh mata pelajaran dapat dikolaborasi dalam proyek P5. Proyek para siswa itu dieksekusi saat penjualan dan pengolahan kuliner di lingkungan sekolah. Tak sekadar menjual, tapi juga menganalisa bisnis kecil-kecilan itu.

Baca juga :  Uji Coba Sandar di Pelabuhan Sampalan Berjalan Sukses

‘’Peserta didik memahami wawasan kewirausahaan sehingga mampu memasarkan produk kuliner khas Bali. Peserta didik dapat mengidentifikasi tantangan berwirausaha terutama dalam hal memasarkan produk kuliner khas Bali dan peserta didik dapat menemukan strategi dalam menghadapi tantangan sehingga mampu memasarkan produk kuliner khas Bali dengan baik,’’ ujarnya.

Siswa kelas 8 mengaku senang mengikuti kegiatan P5 ini. Menurut mereka, banyak yang bisa didapatkan terutama tentang kewirausahaan. ‘’Ini sangat menyenangkanmenyenangkan karena kami diajak terjun langsunglangsung.  Diajari membuat penganan khas Bali, mengemas. Setelah jadi langsung memasarkan, pokoknya lengkap,’’ ujar salah satu siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., mengatakan, wirausaha menjadi sebuah kegiatan kreatif yang mampu menuntun sang anak untuk mengolah cipta, rasa, dan karsa sehingga melahirkan sebuah karya berbudaya. Kegiatan berwirausaha juga akan membangkitkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab bagi diri anak. Jiwa kepemimpinan nantinya menjadi bekal mereka untuk lebih tangguh menghadapi segala tantangan zaman.

Kegiatan kewirausahaan juga dapat mencapai hasil belajar secara holistik di setiap mata pelajaran yang terintegrasi dalam pembelajaran tematik. Pembelajaran IPS siswa mampu melakukan kegiatan usaha mikro  dan melakukan kegiatan ekonomi yang berdampak bagi diri sendiri dan banyak orang. Pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa diharapkan mampu mempromosikan produknya dengan bahasa yang santun, menarik, memikat, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.