POSMERDEKA.COM, BANGLI – Dampak musim kemarau memicu dua peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Bangli dalam sehari, Selasa (11/8/2026). Kebakaran hutan melanda Blok Seked Gunung Batur, Desa Batur Selatan, Kintamani, serta insiden kebakaran akibat pembakaran sampah di Banjar Petak, Kelurahan Bebalang. Tim gabungan BPBD, Damkar, TNI, Polri, serta warga setempat diterjunkan melakukan pemadaman maraton di lokasi.
Kasihumas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta, mengonfirmasi kebakaran hutan di Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur tersebut, Rabu (12/8/2026). Api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 15.00 Wita, dari semak belukar yang merambat membakar pohon kayu tiblun, ampupu, dan cemara hutan. Laporan warga langsung diteruskan ke KPHK Kintamani, Babinsa Batur Selatan, serta Polsek Kintamani.
Warga setempat sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya pada pukul 15.25 Wita. Petugas KPHK dan Babinsa Koramil Kintamani tiba di lokasi pukul 15.50 Wita untuk memperkuat penanganan. Dua unit armada Damkar Pemkab Bangli tiba pukul 16.30 Wita untuk melakukan penyemprotan area yang bisa dijangkau kendaraan.
Akibat medan terjal yang sulit diakses kendaraan, petugas menerapkan teknik bakar balik, menyemprotkan APAR portable, serta membuat sekat api. Kobaran api berhasil dipadamkan total pada pukul 17.00 Wita setelah membumihanguskan lahan hutan seluas dua hektar.
Gumiliarta menyebut dugaan awal penyebab kebakaran bersumber dari kelalaian wisatawan pendaki atau warga yang membuang puntung rokok sembarangan. “Puntung rokok yang dibuang sembarangan ditambah cuaca panas dan angin kencang, membuat api cepat merambat membakar semak serta pohon kering. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran atau membuang puntung rokok di kawasan hutan, karena sangat berbahaya pada musim panas,” pesannya.
Gumiliarta menambahkan, kondisi cuaca kering ekstrem El-Nino yang diprediksi BMKG Wilayah III Denpasar berlangsung sejak Agustus hingga awal Oktober menjadi puncak musim panas. Keringnya ranting dan dedaunan di kawasan hutan membuat vegetasi sangat mudah tersulut api.
Sebelumnya, kebakaran juga dipicu penanganan sampah di Banjar Petak, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli. Pemilik toko audio, I Wayan Irfan Ardana Indriana (29), membakar sampah di belakang tokonya hingga api membesar dan merembet ke kawasan sungai mati. Delapan personel Damkar dipimpin Kabid Damkar, I Putu Candra, mengerahkan armada pemadam dan tangki suplai selama dua jam hingga area dinyatakan aman tanpa korban jiwa maupun materiil. gia






















