POSMERDEKA.COM – Tim menembak Indonesia mengamankan medali perunggu dari 25 meter Rapid Fire beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Aichi Prefectural General Shooting Gallery, Toyota, Jepang, Kamis (1/10/2026).
Indonesia yang diperkuat Aris Febrianto, Dewa Putu Yadi Suteja, dan Muhammad Fawwaz Aditia Farrel mengumpulkan total poin 1.720-36x, demikian catatan Asian Games, yang dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Sementara, medali emas didapatkantim Korea Selatan yang diperkuat Yoon Seoyeong, Song Jong-ho, dan Lee Gunhyeok. Mereka mencetak total poin 1749-64x. Sementara Tim China yang diperkuat Su Lianbofan, He Shiyu dan Yang Yuhao meraih medali perak dengan mengemas total poin 1740-53x.
Pada sesi awal pertandingan, ketiga penembak Indonesia tampil solid dan sangat tenang. Mereka berhasil menjaga torehan poin tetap berada di papan atas untuk bersaing ketat dengan tim-tim kuat lain Asia, seperti China, Korea Selatan, Vietnam, dan India.
Titik krusial jalannya pertandingan terjadi pada seri kecepatan penuh, yaitu saat para atlet hanya diberi waktu empat detik saja untuk mengeksekusi lima tembakan pada lima target berbeda.
Hingga tembakan peluru terakhir dilepaskan, perolehan skor terus berjalan ketat di papan pengumuman digital. Indonesia akhirnya berhasil menyentuh total skor kumulatif 1.720 poin.
Ketangguhan tim Indonesia dipastikan lewat catatan 36 kali tembakan tepat di lingkaran terdalam (36 inner tens/x). Angka ini mengunci posisi aman bagi Indonesia di peringkat ketiga (medali perunggu), sekaligus mematahkan perlawanan dari negara kuat lainnya.
Pencapaian itu menjadi medali ke-33 bagi kontingen Indonesia dalam Asian Games 2026, sekaligus medali kedua yang sukses dipersembahkan oleh cabang olahraga menembak.
Urutan Kelima
Sementara pada final nomor 25 meter Rapid Fire perorangan putra Asian Games 2026, petembak Indonesia Dewa Putu Yadi Suteja harus puas menempati urutan kelima, setelah menyelesaikan pertandingannya di Aichi Prefectural General Shooting Gallery, Toyota, Jepang.
Pada babak final, atlet menembak asal Bali itu mampu mencetak 18 poin dan berada di bawah petembak Lee Gunhyeok (Korea Selatan), Su Lianbofan (China), Ghulam Mustafa Bashir (Pakistan), dan Pham Quang Huy (Vietnam).
Lee Gunhyeok mampu mengamankan medali emas berkat skor 32 sehingga menempati posisi pertama, sedangkan medali perak menjadi milik Su Lianbofan yang sama memiliki skor 32, lalu medali perunggu diamankan Ghulam Mustafa Bashir dengan skor 22.
Dewa Yadi menempati peringkat lima babak final 25 meter Rapid Fire dengan total poin 18, unggul atas Yoon Seoyeong (Korea Selatan), Anish (India), dan Nikita Chiryukin (Kazakhstan).
Dewa Yadi berhasil melangkah ke babak final setelah menjadi satu dari delapan petembak yang lolos dari babak kualifikasi 25 meter Rapid Fire perorangan putra. Pada babak kualifikasi, Dewa Yadi berhasil menciptakan poin 576-16x dan berhak melaju ke final bersama tujuh petembak lainnya.
Sementara itu, dua petembak Indonesia lainnya yaitu Aris Febrianto dan Muhammad Fawwaz Aditia tidak mampu lolos dari babak kualifikasi karena gagal mencetak skor yang lebih baik. yes
























