POSMERDEKA.COM – Kontingen Indonesia berhasil meraih medali emas kelimanya pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang dipersembakan melalui bidikan pemahan putrinya Nurisa Dian Ashrifa di nomor compound individual putri, Kamis (1/10/2026).
Medali emas Nurisa menjadi pencapaian tertinggi tim panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games, sekaligus menjadi catatan penting bagi perkembangan cabang olahraga tersebut menuju persaingan dalam level dunia.
Selain tambahan satu emas, kontingen Merah Putih juga mendapatkan masing-masing-masing satu perak dan perunggu dari cabang olahraga esports dan menembak.
Tim menembak Indonesia yang diperkuat kuartet Aris Febrianto, Dewa Putu Yadi Suteja, dan Muhammad Fawwaz Aditia Farrel, harus puas mendapat perunggu nomor 25m rapid fire pistol beregu putra, setelah menorehkan total 1.720 poin dengan 36 tembakan X (inner ten).
Sementara, medali perak diraih tim mobile legends Indonesia setelah pada final dikalahkan Myanmar dengan skor 0-4. Meski gagal meraih medali emas, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat tetap memberikan apresiasi dan semangat kepada Tim Nasional Esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB)
“Perjuangan para atlet sudah maksimal hingga sampai ke partai puncak. Yang terpenting adalah evaluasi untuk bangkit serta tampil lebih kuat di turnamen mendatang,” ujar Wamenpora Taufik, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Taufik meminta para atlet tidak berkecil hati dan menjadikan hasil tersebut sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan performa pada ajang-ajang internasional berikutnya. Menurutnya keberhasilan tim MLBB Indonesia mencapai partai puncak patut diapresiasi meski harus puas dengan medali perak.
Timnas Esports MLBB Indonesia pada pertandingan tersebut diperkuat Syauki Fauzan Sumarno, Muhammad Affan Wahyudi, Dalvin Ramadhana Putra, Alexander Owen Buhe, Albert Neilsen Iskandar, dan Arif Fudin Dingarai Putra. “Tetap semangat, sudah bagus. Terus tingkatkan latihannya,” kata Taufik.
Tambahan 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu membuat Indonesia menutup rangkaian perlombaan pada Kamis (1/10) di posisi ke-13 alias tetap dalam peringkat yang sama sehari sebelumnya, dengan torehan total 5 emas, 8 perak, dan 21 perunggu, dengan total sebanyak 34 medali.
Kontingen Indonesia sedikitnya membutuhkan 1 medali emas lagi, untuk menyalip tetangga serumpun Malaysia yang kini berada di urutan ke-11 dengan torehan 6 medali emas. Peluang itu masih sangat terbuka, karena masih ada sejumlah cabor berpotensi menyumbangkan medali emas.
Untuk perjuangan pada Jumat (2/10/2026), Indonesia masih memiliki banyak kesempatan untuk menambah perolehan medali khususnya emas dari berbagai cabang olahraga. Di antaranya balap sepeda lewat pertandingan final nomor madison putra. Tim Merah Putih diperkuat Terry Yudha Kusuma dan Muhammad Andy Royan.
Selain itu, panahan lewat nomor tim recurve putri yang bertanding dalam babak semifinal melawan Korea Selatan, juga berpeluang menambah medali. Jika menang, maka minimal akan meraih perak dalam babak final. Sedangkan bila kalah dalam semifinal, maka masih berpeluang merebut perunggu lewat pertandingan perebutan tempat ketiga.
Dari cabr voli pantai, pasangan putra Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi juga berpeluang besar meraih medai emas, setelah lolos ke final dengan mengalahkan pasangan tuan rumah Kota Kurosawa/Taito Mizumachi, dua set langsung 21-19, 21-18.
Pada babak final Sabtu (3/10), Bintang/Sofyan menjadi unggulan ketiga akan bersua wakil Qatar Cherif Samba/Ahmed Janko. “Memang berat, mereka (Samba/Janko) meraih perunggu Olimpiade 2020. Tapi kami tidak gentar, gas terus,” kata pelatih voli pantai putra Indonesia Andi Ardiansyah.
Semenjak voli pantai dipertandingkan di Asian Games mulai 1998, Indonesia tercatat belum bisa menggondol emas. Prestasi terbaik tim Merah Putih sejauh ini yakni menorehkan tiga medali perak yang masing-masing diperoleh Ade Candra Rahmawan/Muhammad Ashfiya pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
Kemudian medali perak oleh Agus Salim/Koko Prasetyo Darkuncoro dalam Asian Games Busan 2002, selain itu Agus Salim/Irilkhun Sofana meraih medali perak pada Asian Games Bangkok 1998. yes
























