Hmmm! Sungai di Kota Gianyar Tercemar Limbah Rumah Tangga

  • Whatsapp
SUNGAI atau Telabah Tebe Utu tercemar sampah dan limbah rumah tangga. Foto: adi
SUNGAI atau Telabah Tebe Utu tercemar sampah dan limbah rumah tangga. Foto: adi

GIANYAR – Sungai/telabah Teba Utu di Kota Gianyar tercemar sampah dan limbah rumah tangga, dan kondisi ini menyebabkan pendangkalan. Pemandangan ini berbanding terbalik dengan sungai yang ada di kawasan perdesaan, yang airnya masih bersih dan dapat digunakan untuk mandi. 

Berdasarkan pantauan, Kamis (3/6/2021), sungai Teba Utu kondisinya sangat dangkal. Sampah plastik dan dedaunan bercampur dan menyesaki di sepanjang sungai. Menurut penuturan warga, dulu sungai ini cukup bersih, bahkan masih bisa dimanfaatkan mandi oleh warga sekitar. Namun, lambat laun banyaknya sampah dan kurangnya penanganan dari instansi terkait menyebabkan warga tidak mau mandi lagi gegara gatal-gatal.

Bacaan Lainnya

“Hulunya ada di Beng, kemudian melewati Pasar Gianyar kemudian ke Abianbase. Sekarang hampir tidak ada yang memanfaatkan,” sesal warga tersebut. 

Dia menuturkan, ketika era Bupati Anak Agung  Bharata, Dinas Lingkungan Hidup Gianyar sempat mengerahkan seluruh pegawai untuk membersihkan sungai Tebe Utu tersebut. Meski warga yang memanfaatkan sungai tidak begitu banyak, sekurang-kurangnya pemandangan sungai cukup bersih dilihat. Situasi ini bertahan hingga awal-awal kepemimpinan Bupati Mahayastra. Aparat kelurahan bersama TNI dan Polri sempat rutin membersihkan di hulu dekat Pasar Gianyar. 

Baca juga :  Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Masih di Bawah Rata-Rata Dunia

Lurah Gianyar, I Made Setiawan, yang dimintai tanggapan, mengaku selama ini sudah berupaya menjaga dan memberi perhatian terhadap pencemaran di Sungai Tebe Utu tersebut. “Kami di Kelurahan ikut bersama menjaga kebersihan lingkungan bersama warga sekitar dengan bergotong royong melibatkan TNI dan Polri. Namun, tetap juga ada pembuangan sampah ke sungai, dan terakhir kami lakukan sebelum Covid-19,” jelasnya. 

Gotong royong yang dilakukan bersama TNI dan Polri itu, kata dia, secara tidak langsung mengedukasi dan menyampaikan pesan pentingnya membuang sampah ke tempatnya. Bila perlu bisa dimanfaatkan secara ekonomi. Menjaga kebersihan sungai tersebut, tegasnya, harus dilakukan bersama. “Kalau hanya dari kelurahan pasti kewalahan, harus dari semua pihak terkait, termasuk warga harus ikut serta menjaga sungai nike (itu),” pesannya. 

Untuk pembersihan lebih baik, dia menyebut juga akan berkoordinasi dengan DLH Gianyar sebagai instansi yang membidangi persoalan tersebut. Selain itu, tetap mengedukasi warga sekitar aliran sungai agar tidak membuang sampah dan limbah ke sungai. 

Terkait Pergub tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Setiawan mengakui belum bisa menjalankan lantaran terkendala lahan. Saat ini lokasi masih dicari, karena di Kota Gianyar lahan sangat terbatas. “Kelurahan Gianyar terkendala dengan lahan, dan kami masih mencari lokasi mengingat di Kota Gianyar lahan sangat terbatas,” pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.