Hingga November 2025, 3,78 Juta Wisatawan Serbu Gianyar

TIRTA Empul Tampaksiring salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Foto: adi
TIRTA Empul Tampaksiring salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Foto: adi

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gianyar terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan November 2025, total wisatawan yang datang—baik domestik maupun mancanegara— mencapai 3.783.328 orang. Dari jumlah tersebut, Objek Wisata Monkey Forest di Desa Padang Tegal, Ubud, menjadi destinasi paling diminati dengan kunjungan mencapai 1.000.536 wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Wayan Gede Sedana Arta, Rabu (26/11/2025), mengungkapkan, destinasi kedua dengan kunjungan terbanyak adalah Tirta Empul dengan 786.076 wisatawan, disusul Bali Marine Safari Park sebanyak 533.544 wisatawan. Sementara itu, Air Terjun Tegenungan mencatat 385.495 kunjungan, dan Bali Zoo menerima 306.995 wisatawan.

Bacaan Lainnya

Sedana Arta menyebutkan, tingginya minat wisatawan ke objek berbasis alam menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan. “Wisata alam yang dipadukan dengan keberadaan fauna memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” jelasnya.

Meski angkanya sudah tinggi, dia mengaku data tersebut belum sepenuhnya mencakup kunjungan ke seluruh destinasi, terutama ke desa wisata yang baru berkembang seperti Desa Wisata Sidan dan Desa Wisata Taro.

Sebagai perbandingan, kunjungan wisatawan ke Gianyar pada 2024 mencapai 4.613.976 orang, sementara pada 2023 tercatat 4.037.297 wisatawan. Dengan capaian hampir 4 juta pengunjung hingga pertengahan November 2025, Sedana Arta optimistis target 4,6 juta wisatawan akan tercapai. “Akhir tahun ini kan high season, kami perkirakan masih akan ada tambahan sekitar 500 ribu kunjungan,” lugasnya.

Rata-rata lama tinggal wisatawan di Gianyar tercatat 2,68 hari. Selain hotel berbintang, banyak wisatawan memilih menginap di akomodasi milik warga atau villa, yang kini telah menjangkau kawasan desa. Tercatat, Gianyar memiliki 49 hotel berbintang dan 809 hotel nonbintang.

“Akomodasi kini semakin merata hingga desa terpencil, diminati wisatawan yang ingin lebih dekat dengan alam,” pungkasnya. adi kampungbet kampungbet kampungbet

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses