POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Viral video kegiatan grup pelajar bernama Bajing Kids. Mereka pesta minuman beralkohol (atau minuman keras—miras) hingga adu kuat dengan saling menendang di dada. Video yang beredar lewat pesan berantai itu menjadi perbincangan di media sosial pada Kamis (20/7/2023).
Dalam video itu tampak para remaja itu asyik mendengarkan musik sambil menenteng botol minuman untuk ditenggak bergiliran. Ada juga yang beraksi uji kekuatan dengan menahan tendangan dari kawannya.
Pesan berantai tersebut memberikan imbauan untuk orangtua lebih menjaga anak-anaknya, karena dikhawatirkan aktivitas Bajing Kids membawa dampak negatif. “Ijin tiyang (saya) mengimbau agar semeton, rekan semua lebih ketat dan terarah mengawasi anak, cucunya yang sebagai pelajar baik SMP maupun SMA. Karena saat ini banyak anak SMP dan SMA ikut bergabung ke grup (bernama) Bajing Kid, yang anak-anak ikut dikenakan biaya Rp50 ribu. Giat itu dilakukan kumpul dan perekrutan di wilayah Jalan Kunti, Kuta. Giatnya termonitor, minum miras, malak dan lain-lain. Seandainya ada anak, cucu semeton dan rekan-rekan mohon diimbau dan diputus grupnya, atau suruh keluar dari grup itu. Karena akan membawa dampak yang negatif,” demikian pesan berantai di grup-grup WhatsApp tersebut.
Polisi pun kini menelusuri Bajing Kids. ‘’Masih lidik (penyelidikan) oleh Polsek Kuta,’’ kata Kasihumas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Kamis (20/7/2023).
Praktisi pendidikan, Prof. I Putu Rumawan Salain, meminta aparat berwajib menelusuri informasi pesan berantai yang menjadi perbincangan di media sosial itu. Tentu ini memprihatinkan.
Ia mengajak tokoh masyarakat untuk peduli dan ikut membantu menanggulangi masalah ini. Generasi muda harus diselamatkan agar tidak terjerumus pengaruh negatif pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan.
Menurut Prof. Rumawan Salain, sudah seharusnya orangtua mengambil peran atas fenomena ini. Tak terkecuali dinas pendidikan dan kepolisian. Jangan sampai, tindakan diambil ketika tindak kriminal oleh anak-anak ini sudah terjadi.
‘’Mencegah tentu lebih baik dari pada mengobati. Maka semua pihak perlu mengambil tindakan preventif. Perlu kerja bersama, perlu kerja bersinambungan untuk menekan kriminalitas para pelajar,’’ pungkasnya. tra























