Hasil Rapid Test 37 Warga Pejeng Non Reaktif, Keluarga Positif Covid-19 Lakukan Karantina Mandiri

  • Whatsapp
SALAH satu dari 37 warga Pejeng saat menjalani rapid test, Rabu (24/6/2020). foto: ist

GIANYAR – Menindaklanjuti kasus positif Covid-19 warga Pejeng berinisial NK (59), petugas kesehatan Kabupaten Gianyar lewat tenaga medis Puskesmas II Tampaksiring, langsung melakukan rapid test, Rabu (24/6/2020). Sebanyak 37 orang yang disasar dalam rapid test ini merupakan anggota keluarga serta mereka yang sempat kontak langsung dengan pasien tersebut.

Pantauan di lapangan, petugas dari UPT Kesmas Tampaksiring II tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 wita. Setelah melakukan berbagai persiapan, sebanyak 4 orang petugas kesehatan dipimpin Kepala UPTD Kesmas II Tampaksiring dr. Luh Toni Parwati langsung menuju rumah warga untuk rapid test. Setelah hampir 2 jam lamanya, seluruh tahapan rapid test pun selesai.

Saat ditemui, dr. Luh Toni mengatakan, seluruh tahapan rapid test berjalan lancar. Dari 37 warga yang di-rapid test, sebanyak 5 orang diantaranya anak-anak dan lansia. ”Mereka tidak ada yang menyampaikan keluhan terkait kondisi kesehatannya. Semuanya tampak sehat,” ungkapnya kepada wartawan usai rapid test.

Sejumlah petugas medis yang bertugas melakukan rapid test terhadap 37 warga Desa Pejeng

Disinggung soal hasil rapid tes ini, dr. Luh Toni mengatakan semuanya non-reaktif. “Dalam rapid test tahap pertama ini hasilnya semua non-reaktif,” ujarnya.
Namun demikian, pihaknya akan kembali melakukan rapid test tahap II dua minggu mendatang, untuk mengetahui kondisi kesehatan seluruh anggota keluarga tersebut.

Baca juga :  PDIP Bali Sumbang APD ke RSUD-Puskesmas di Klungkung

”Kami akan kembali melakukan rapid test tahap II,’’ lanjut dr. Luh Toni seraya menegaskan, sesuai protokol kesehatan maka seluruh anggota keluarga ini wajib melakukan karantina mandiri selama dua minggu.

Sementara itu Ketua Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19 Desa Pejeng Ida Bagus Gede Suryawan mengatakan, pihaknya telah memberi pemahaman kepada seluruh anggota keluarga tersebut agar bersedia menjalani karantina mandiri selama 14 hari. ‘’Semua ini demi kesehatan seluruh keluarga maupun warga di sekitarnya,’’ tandasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.