MANGUPURA – Di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda Bali, peringatan hari jadi Joger yang baru ke-40 dan juga peringatan hari ulang tahun pernikahan Mr. Joger dengan Mrs. Joger yang baru ke-40 + 2, berlangsung sederhana di basement Joger Kuta, Selasa (19/1/2021). Puncak hari jadi yang tampak menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini, ditandai dengan acara tiup lilin dan pemotongan kue ulang tahun.
Kendatipun berlangsung sederhana, namun peringatan kali ini penuh makna. Bahkan, sebagian besar anggota keluarga dengan menggandeng para guide serta para karateka, juga terlibat dalam pelaksanakan aksi sosial pada pagi hari, yakni melakukan bersih-bersih di Pantai Jerman. Selain itu, Mr. Joger juga memberikan ‘penyesatan’ kepada anggota keluarga Joger dengan harapan, mereka semua bisa berpindah/menuju ke jalan yang lebih benar.
“Saya rasanya baru kawin,” kata Mr. Joger, sembari melepas tawa ketika ditanya perasaannya dalam menjalani rumah tangga yang baru ke-40 + 2 tahun kepada POS BALI (posmerdeka.com). Menurutnya, di tengah pandemi inilah pihaknya mencoba untuk berbuat baik dengan didasari rasa yang tulus iklas. “Saya kerja bakti. Kerja bakti itu artinya justru di kondisi yang tidak baiklah kita harus bersikap lebih baik,” ungkapnya.
Dia menambahkan, di tengah pandemi yang mewajibakan seluruh masyarakat menerapkan protokol kesehatan dan juga pesan Ibu 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, bagi keluarga Joger adalah every day is a new normal for us.
“Jadi setiap hari, kan hari yang baru. Jadi perlu sikap yang baru setiap saat. Yang penting kita beryukurlah di segala cuaca. Ya artinya bagaimana pun cuaca, kalau hujan ya bersyukur hujan. Karena itu adalah hadiah dan bukan cobaan dari Yang Maha Kuasa. Coba you lihat kalau tidak ada hujan, kalau tidak ada air. Tubuh kita saja 85 persen adalah air. Hadiah itu sama dengan berkah,” tuturnya.
Sementara terkait wejangan dirinya tentang ‘penyesatan ke jalan yang benar’ kepada anggota keluarga Joger, Mr. Joger mengungkapkan bahwa dirinya adalah orang yang tahu diri, sehingga sangat tahu betul dengan ide-ide, konsep-konsep dirinya yang sangat berbeda dengan orang lain.
“Kalau orang lain kan belajar bagaimana mengejar uang. Namun bagi saya, tidak. Saya mengajak orang, dan bukan mengajar orang karena saya bukan guru, supaya orang itu bagaimana mengevaluasi diri, introspeksi diri, dan setelah itu meningkatkan kualitas diri supaya layak dikejar uang. Nah setelah dikejar uang, baru jangan semua diambil. Karena jika semua diambil, orang lain tidak kebagian. Kalau orang lain enggak kebagian kan kecewa, gigit jari. Kalau jarinya habis kan macam-macam digigit nanti,” tuturnya seraya mengatakan, ini adalah cara dirinya untuk mengajak orang supaya sadar.
Mrs. Joger menambahkan, selama mendampingi Mr. Joger selama 40 + 2 tahun, hanya ada suka dan lebih suka. “Bapak orangnya baik, jujur, ramah, rajin, bertanggungjawab, dan sangat bersyukur bisa mendampingi beliau yang humorist” ungkapnya. Mr. Joger pun menimpali ketika ungkapan yang disampaikan sang istri adalah pencitraan semata.
“Iya dong (pencitraan, red). Kalau bukan istri yang mencitrakan saya, siapa lagi? Anda saja tidak mau. Karena dia yang merasakan. Tanyalah yang merasakan, jangan hanya yang melihat atau mendengar. Karena kenyataannya yang paling nyata apa yang kita rasakan,” sambung Mr. Joger seraya kembali menebar senyum.
Sedangkan Armand alias Joger Junior menuturkan terkait hari jadi tahun ke-40 Joger. Kata dia, di masa pandemi ini pihaknya juga ingin merayakan hari jadi, kendatipun dengan segala keterbatasan. “Jadi kami mencoba yang paling konsen masalah sampah plastik di Pantai Jerman di Kuta. Dan beberapa waktu lalu sih kami sudah mencoba membersihkan dengan Anggota Keluarga kami di Kuta, dan juga teman-teman guide yang terlibat di new normal ini, dan juga anak-anak karate saya ajak membersihkannya, walaupun bukan kita yang mengotori, mudah-mudahan bukan kita juga yang mengotori,” ujarnya.
Ibarat pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya, Joger Junior pun nyeleneh seperti Mr. Joger. Kata dia, Joger sudah ‘mengotori’ di tempat lain, sehingga melakukan kegiatan bersih-bersih di tempat lain juga. “Jadi di situ kami bersihkan, dan sampah plastik juga sudah terkumpul banyak. Jadi kegiatan bersih-bersih ini bukan kegiatan pertama, namun kami berkali-kali sudah mencoba melakukannya. Cuma hari ini, dukungan kegiatan ini cukup banyak, kurang lebih 300an Anggota Keluarga,” tuturnya.
Ditanya terkait alasan hanya menyasar Pantai Jerman, Joger Junior kembali menjawab nyeleneh. Kata dia, di masa pandemi susah ke luar negeri untuk melakukan kegiatan bersih-bersih. Karena harus menjalankan protokol Covid-19, tes usap, dan segala macam. “Jadi agar judulnya saja ke Jerman dan tanpa swab test, maka kami pilih pantai itu,” tandasnya, seraya mengatakan, Joger tutup setiap hari. “New Normal ini, kami tutup setiap pukul 17.00 Wita ke atas. Tapi kalau hari ini kami tidak buka,” pungkasanya. alt
























