Hari Ini Kembali 7 Pasien Covid-19 Bali Meninggal, Sembuh Bertambah 86, Positif Melonjak 130 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Angka kematian karena covid-19 di Bali belum juga mereda, bahkan hari ini Rabu (23/9/2020) kembali 7 pasien meninggal dunia, seiring dengan lonjakan kasus positif baru sebanyak 130 orang. Sementara pasien sembuh di hari yang sama sebanyak 86 orang, turun drastis dibandingkan sehari sebelumnya.

Berdasarkan data harian yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Rabu (23/9/2020), tujuh pasien covid-19 yang meninggal tersebut dilaporkan empat kabupaten/kota, dengan rincian Buleleng 2 orang, Gianyar 2 orang, Karangasem 2 orang dan Denpasar 1 orang.

Bacaan Lainnya

Umumnya, pasien covid-19 meninggal disertai penyakit penyerta yang kronis seperti hopertensi, diabetes militus, dll. ”Dengan demikian sampai hari ini, jumlah pasien covid-19 yang meninggal dunia di Bali sebanyak 236 orang (2,90%) dengan rincian 234 WNI dan 2 WNA,” ujar Sekretaris GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Rabu (23/9/2020).

GTPP mencatat kasus kematian harian secara nasional sebanyak 140 orang yang dilaporkan 21 provinsi, dengan rincian DKI Jakarta penyumbang terbanyak 28 orang, disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah masing-masing 20 orang, Jawa Barat 13 orang, Riau 11 orang, Bali di urutan enam dan tujuh bersama Banten sama-sama 7 orang, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara masing-masing 5 orang.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Corona, Gojek dan Grab Lakukan Ini

Sedangkan kasus terkonfirmasi positif di Bali kembali mengalami lonjakan sebanyak 130 orang melalui transmisi lokal, naik 22 orang dibandingkan sehari sebelumnya Selasa (22/9/2020) yang berjumlah 108 orang. Hampir seluruh kabupaten/kota melaporkan tambahan kasus baru kecuali Kabupaten Klungkung.

Rinciannya, Kota Denpasar dan Gianyar bersaing menjadi penyumbang terbanyak masing-masing 25 orang, disusul Tabanan 22 orang, Jembrana 21 orang, Karangasem 19 orang, Badung 11 orang, Bangli 6 orang dan Buleleng 1 orang.

”Secara kumulatif, kasus covid-19 di Bali kini berjumlah 8.126 orang (8.099 WNI dan 27 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini tercatat sebanyak 7.733 kasus,” ungkap jelas Rentin yang juga Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali itu.

Praktis lonjakan kasus positif harian ini, membuat posisi Bali tetap masuk 10 besar, di bawah DKI Jakarta 1.133 orang, Jawa Barat 516 orang, Jawa Timur 338 orang, Jawa Tengah 257 orang, Banten 216 orang, Sumatera Barat 204 orang, Kalimantan Timur 196 orang, Riau 188 orang, Papua 138 orang dan Bali di urutan sepuluh 130 orang.

Sementara itu, tambahan harian pasien sembuh di Bali berjumlah 86 orang transmisi lokal, turun drastis sebanyak 33 orang dibandingkan sehari sebelumnya Selasa (22/9/2020) yang berjumlah 119 orang. Pasien sembuh dilaporkan enam kabupaten/kota, dengan rincian Kota Denpasar terbanyak 41 orang, Badung 13 orang, Gianyar 11 orang, Tabanan 8 orang, Buleleng 7 orang, Bangli 4 orang dan WNA 2 orang.

Baca juga :  Koster Ingatkan Jangan Ada Kader di Tabanan Berkhianat

”Jadi, total pasien covid-19 yang telah sembuh di Bali berjumlah 6.623 orang (81,50%) dengan rincian 6.601 WNI dan 22 WNA. Berdasarkan data tersebut, kini pasien (kasus aktif) yang masih menjalani perawatan naik menjadi 1.267 (15,59%) yang tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” beber Rentin.

Menyikapi lonjakan kasus positif covid-19 ini, Rentin kembali mengingatkan masyarakat Bali agar lebih disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan.

”Dalam upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat,” tegasnya.

Sesui Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan di Bali sesuai Pergub 46 yakni Rp100.000 bagi perorangan, dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

”Untuk itu, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajak Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.