Harga Ayam Broiler Anjlok, Pinsar Bali Bagikan 700 Ekor Ayam di Tabanan

  • Whatsapp
Foto: ayam - gagah PETERNAK yang tergabung dalam Pinsar Broiler Bali membagikan sekitar 700 ekor ayam hidup kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Tabanan, Senin (31/8). Foto: gap
Foto: ayam - gagah PETERNAK yang tergabung dalam Pinsar Broiler Bali membagikan sekitar 700 ekor ayam hidup kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Tabanan, Senin (31/8). Foto: gap

TABANAN – Harga ayam broiler yang anjlok sejak Maret hingga Agustus 2020, membuat peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali lebih memilih untuk membagikan ayam hidup kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Tabanan, Senin (31/8).

Menurut Ketua Pinsar Broiler Bali, I Ketut Yahya Kurniadi, sekitar 700 ekor ayam dibagikan secara gratis kepada masyarakat Tabanan. Kegiatan tersebut dipusatkan di pinggir jalan depan Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan. “Kami para peternak rakyat Bali terus merugi. Harga di pasaran terus anjlok sejak enam bulan terakhir, dan harga pakan ayam pun tidak sesuai dengan ongkos, sehingga kami merugi terus,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, harga pokok ayam pernah mencapai Rp5.000 per kilogram. “Harga selalu di bawah harga pokok. Kerugian kami sekitar Rp10.000 sampai Rp12.000 per kilogram. Itu terjadi sudah enam bulan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Yahya, aksi sosial bagi-bagi ayam ini merupakan bagian dari keprihatinan. Aksi sosial ini, katanya, akan terus berlanjut ke seluruh wilayah Bali. Ayam broiler di Bali saat ini mengalami kelebihan pasokan.

“Pemerintah di Bali seharusnya bisa bertanggung jawab dan mengevaluasi. Apalagi sektor pariwisata yang kini sedang belum bisa dikatakan normal seperti sebelum Covid-19 melanda. Jadi, pemerintah jangan angkat tangan kepada kami para peternak ayam broiler di Bali,” ujarnya.

Baca juga :  ITDC Komit Pemberdayaan UMKM

Yahya menyebut ada dua pergub yang menaungi para peternak di Bali, namun semua itu tidak berjalan. Bahkan dikatakan tidak ada yang mengawasi. “Kami berharap pemerintah di Bali bisa mengayomi kami sebagai peternak. Sebab, kami juga bagian dari rantai ekonomi,” harapnya.

Melihat situasi saat ini, dia juga berharap kepada para DPRD provinsi maupun kabupaten bisa memperhatikan nasib para peternak. “Bagaimanapun, kami juga penggerak UMKM, agar ekonomi masyarakat Bali bisa bergerak kembali,” tukasnya.

Sementara sebelum aksi bagi-bagi ayam, Kapolsek Tabanan, Kompol I Nyoman Sukanada, bersama unsur Muspika Tabanan yang hadir dalam acara pengamanan, memberi pengarahan kepada masyarakat, dengan menggunakan pengeras suara, agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan saat pembagian. “Perhatikan protokol kesehatan. Jaga jarak dan pakai masker. Jangan rebutan. Yang tertib,” serunya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.