POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Hujan yang mengguyur wilayah Kota Denpasar, Senin (15/9/2025) kembali menyebabkan banjir di beberapa titik di Kota Denpasar. Air menggenang di halaman SMPN 7 Denpasar. Ketinggian air sekitar 30 cm. Karena kondisi tak mendukung, para siswa akhirnya dipulangkan lebih awal.
Kepala SMPN 7 Denpasar, I Wayan Sugianta, mengatakan, mengatakan terpaksa memulangkan siswa-siswi lebih awal karena banjir sudah masuk kelas. ‘’Hari ini (kemarin) kami pulangkan siswa-siswi pukul 10.00 Wita lebih awal dari biasanya karena luapan air jalan semakin tinggi dan sudah mulai masuk kelas,’’ ungkap Sugianta.
Luapan air juga menggenangi SMP Sapta Andika yang posisinya berada di belakang SMPN 7 Denpasar. Siswa kelas VIII dan IX dipulangkan lebih awal sekitar pukul 10.30 Wita. Sementara siswa kelas VII melaksanakan pembelajaran secara daring.
Menurut pihak sekolah, siswa kelas VIII dan IX terpaksa dipulangkan lebih awal akibat sebagian ruang kelas di lantai satu, halaman sekolah, serta ruang guru terendam banjir sehingga mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar. Kepala SMP Sapta Andika, I Gede Eka Nuryada, mengimbau para siswa tetap waspada dan turut membantu keluarga jika tempat tinggal mereka terdampak genangan.
Sementara itu, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, mencatat sebanyak 1.281 siswa sekolah dasar (SD) terkena dampak banjir bandang yang melanda Kota Denpasar pada Rabu (10/9/2025). Jumlah ini kemungkinan masih bertambah karena pendataan belum mencakup peserta didik PAUD/TK. Saat ini, para pelajar tersebut memerlukan bantuan untuk kembali melanjutkan pendidikan.
Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Senin (15/9/2025), mengatakan, para pelajar terdampak banjir itu tersebar di 37 sekolah jenjang sekolah dasar (SD). Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan sementara di empat kecamatan yang terkena banjir bandang di Kota Denpasar.
‘’Kemungkinan jumlah pelajar yang terkena dampak banjir bandang akan bertambah karena proses pendataan belum tuntas. Itu belum yang berstatus anak PAUD atau TK,’’ kata Wiratama.
Ia menuturkan, para siswa membutuhkan bantuan buku tulis, buku pelajaran, dan seragam sekolah. Barang-barang itu tak dapat diselamatkan saat terjadi banjir bandang.
Dari data Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, sedikitnya 37 sekolah terdampak dengan berbagai kerusakan, mulai dari tembok roboh, plafon jebol, hingga aset sekolah terbawa banjir.
Untuk dampak, di wilayah Denpasar Utara, beberapa sekolah dilaporkan rusak cukup parah. SDN 10 Peguyangan mengalami tembok jebol dengan ruang kelas tergenang banjir, sementara SDN 6 Peguyangan mengalami tembok roboh dan banjir yang masuk hingga ruang guru serta gudang.
Kondisi lebih buruk terjadi di SDN 11 Peguyangan yang terendam banjir setinggi kurang lebih dua meter sehingga banyak aset sekolah rusak dan hanyut. Selain itu, SDN 4 Peguyangan juga mengalami tembok jebol dengan banjir yang masuk ke gudang sekolah. SDN 4 Ubung turut terdampak dengan plafon bocor dan banjir ringan.
Di Denpasar Barat, SDN 4 Dauh Puri melaporkan buku dan sarana prasarana (sarpras) di gudang rusak berat akibat banjir. SDN 22 Dauh Puri mengalami kerusakan tembok penyengker yang bolong di dekat sungai. SD Candra Kasih, SD Tri Hita Alam, serta SD CHIS Denpasar harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring setelah ruang sekolah mereka terendam banjir.
Selain itu, sejumlah sekolah di Denpasar Barat mengalami kerusakan plafon, seperti SDN 23 Pemecutan, SDN 17 Pemecutan, SDN 9 Padangsambian, SDN 2 Padangsambian, SDN 6 Padangsambian, serta SDN 1 Pemecutan. Bahkan, SDN 24 Pemecutan melaporkan tembok roboh dan pondasi yang amblas.
Sementara SDN 15 Pemecutan, SDN 21 Dauh Puri, SDN 12 Dauh Puri, dan SDN 16 Pemecutan mengalami banjir yang merusak aset sekolah hingga sarpras. SMPN 13 Denpasar dan SMP CHIS Denpasar juga terpaksa menggelar KBM daring akibat genangan banjir di area sekolah.
Dampak serupa juga melanda wilayah Denpasar Selatan, yakni SDN 13 Sesetan, SDN 6 Sesetan, SDN 12 Sesetan, SDN 18 Sesetan, dan SDN 2 Sesetan melaporkan banjir masuk hingga merusak sarana prasarana. Beberapa sekolah lainnya mengalami kerusakan plafon akibat hujan deras, antara lain SDN 7 Sesetan, SDN 1 Sesetan, serta SDN 14 Pedungan. Tidak hanya itu, SDN 10 Sanur melaporkan halaman sekolah tergenang banjir, sedangkan SDN 4 Panjer mengalami kebocoran di ruang perpustakaan yang turut terendam banjir.
Sementara itu di Denpasar Timur, SDN 2 Penatih terdampak banjir dengan tembok jebol serta air masuk ke halaman sekolah. SDN 5 Penatih mengalami kebocoran plafon hingga ruang kelas menjadi lembab. tra























