Gus Sudangga, Tokoh Sepakbola Denpasar Berpulang karena Terpapar Covid-19

  • Whatsapp
ALMARHUM Ida Bagus Made Sudangga. foto: ist

DENPASAR – Kabar duka di tengah pandemi covid-19, menyusul berpulangnya salah satu tokoh sepakbola Denpasar, Ida Bagus Made Sudangga di usianya yang ke-67 tahun. Kabar duka tersebut sempat viral di dunia maya Minggu (30/8/2020), terlebih penyebab meninggalnya panglingsir Griya Buruwan Sanur ini karena terpapar covid-19.

Hanya ketika dikonfirmasi ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, data meninggalnya pria yang akrab disapa Gus Sudangga karena covid-19 belum masuk. ”Memang hari ini ada kabar duka dari penanganan covid-19 di Denpasar, tetapi bukan almarhum Pak Sudangga,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Denpasar, I Dewa Gede Rai melalui WA, Minggu (30/8/2020).

Bacaan Lainnya

”Kita lihat perkembangannya besok, saya tak mau menduga-duga,” tambah Dewa Rai seraya mengucapkan bela sungkawa mendalam. ”Almarhum merupakan salah satu mantan pengurus Perseden (PSSI Denpasar) yang cukup berjasa memajukan sepakbola Denpasar saat beliau masih aktif,” ujar Dewa Rai yang juga Humas Askot PSSI Denpasar saat ini.

Di sisi lain, salah seorang kerabat almarhum di lingkungan Griya, membenarkan Gus Sudangga meninggal karena terpapar covid-19. ”Beliau meninggal Jumat (28/8/2020) setelah menjalani perawatan di RS Wangaya Denpasar,” ujarnya seraya mewanti-wanti namanya tidak dipublis. ”Beliau sudah dikremasi sesuai protokol covid-19,” imbuhnya.

Baca juga :  Hanya Golongan Ini yang Gratis Tagihan Rekening Air Bersih di Badung

Mirisnya lagi, istri almarhum juga positif covid-19 dan kini sedang menjalani isolasi mendiri. Tak hanya itu, putra almarhum, menantu dan seorang cucunya ikut terpapar dan kini juga masih menjalani perawatan secara intensif.

Ucapan bela sungkawa pun mengalir dari para gibol di Kota Denpasar, terutama dari kalangan pengurus Asosiasi Kota (Askot) PSSI Denpasar dan juga Perseden. ”Dumogi amor ring acintya,” tulis Wayan Sukadana, salah satu pemain binaan almarhum yang kini jadi pengurus Askot PSSI Denpasar.

”Kami atas nama pengurus Askot PSSI Denpasar dan Perseden, ikut berbela sungkawa. Semoga almarhum amor ring acintya,” kata Ketua Askot PSSI Denpasar, AA. Candra Gupta. ”Semoga keluarga beliau yang kini menjalani perawatan, diberikan kekuatan, kesembuhan dan ketabahan,” imbuh pria yang akrab disapa Turah Mantri itu.

Gus Sudangga aktif mengurus PSSI Denpasar sejak pertengahan 1980 sampai 90-an. Tepatnya sebagai Ketua Bidang Pembinaan semasa Perseden (PSSI Denpasar) dipimpin almarhum Made Sumer. Salah satu prestasi terbaik Gus Sudangga adalah memanajeri Tim Suratin Perseden hingga tembus ke partai final di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta era 1992/1993.

Itulah salah satu prestasi terbaik Perseden di kancah junior yang hinga kini belum terpecahkan. Di kancah tim senior, Gus Sudangga juga punya andil membawa Perseden promosi ke Divisi I (sekelas Liga 2 saat ini-red).

Baca juga :  Perumda AMTS Hibahkan 1.023 SR MBR

Bukan hanya di cabor sepakbola, almarhum Gus Sudangga yang pengusaha pariwisata ini (pemilik Swastika Bungalows, Ramayana Hotel di Sanur,-red) juga dikenal di cabor bulutangkis, karena sempat membina bulutangkis dengan membentuk PB Swastika. Bahkan setelah pensiun dari pengurus Perseden, almarhum mengisi aktivitas olahraga untuk kebugaran fisiknya dengan bermain bulutangkis. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.