POSMERDEKA.COM, BANGLI – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; didampingi sejumlah pimpinan OPD melangsungkan pertemuan dengan awak media, Senin(31/7/2023). Pada kesempatan itu diutarakan rencana pembangunan sarana olahraga yang akan dibangun mulai tahun 2023.
Bupati mengatakan, sebelumnya dilakukan pengadaan lahan seluas 4,6 hektar ditambah lahan kantor-kantor (Dinas PKP dan Disdukcapil) yang mencapai hampir 1 hektar, sebelum jurang. Bila jurang ditutup, Pemkab bisa menambah lahan sekitar 50 are.
“Di sisi timur ada juga tanah bukti sekitar puluhan are tercatat sebagai aset Provinsi, itu kan gratis. Jika ditotalkan dengan sisi utara, kita tambah untuk diluruskan, sisi selatan kita beli lagi sekitar 65 are, sehingga mencapai 7 hektar,” katanya.
Untuk anggaran, dia menyebut dianggarkan Rp3 miliar dari APBD Bangli. Jika dihitung seperti tahun lalu seharga Rp40 juta per are, maka ada pengadaan lahan sekitar 75 are lagi. Selain itu, ada juga rencana penataan lahan dengan anggaran Rp5 miliar. “Mungkin ini yang akan kita manfaatkan untuk memaksimalkan pengadaan lahan ini,” sambungnya.
Pengadaan lahan ini diklaim menjadi langkah besar bagi Pemkab Bangli. Dari 19 pemilik, pada akhirnya semua menyatakan setuju dengan kesadarannya untuk membangun Bangli. Dengan luas lahan yang ada, ditarget ada lintasan atletik berstandar nasional.
Hanya, untuk pembangunan GOR, dia belum bisa menarget bisa terwujud tahun ini. Alasannya, perlu pembiayaan besar mencapai ratusan miliar untuk mewujudkan. Sementara untuk stadion indoor (tertutup) direncanakan bisa menampung 4.000 penonton, sekaligus bisa jadi ajang tempat konser musik indoor.
Stadion indoor tujuan utamanya untuk tempat olahraga voli, tenis, bulutangkis hingga futsal. “Dengan begitu, Bangli sebagai kota konser akan bisa diwujudkan pula dengan celah seperti itu. Ini bisa dikelola oleh EO profesional, asalkan Bangli dapat untung,” ulasnya.
Tindak lanjut rencana itu, dia mengaku masih terus melakukan kajian dan rencana terobosan, terutama terkait sumber anggaran. Sementara untuk perencanaan lapangan bola, klub Bali United pernah datang ke Bangli dua kali memberi masukan.
Namun, dirasakan belum bisa menerapkan dengan acuan standar FIFA, kecuali punya klub terkenal. “Tapi lintasannya yang saya harap bisa jadi satu-satunya berstandar di Bali. Kalau ada PON, untuk atletik bisa dilakukan di sini,” tandasnya. gia
























