Golkar Jembrana Pede Gulingkan Petahana di Pilkada

  • Whatsapp
NENGAH Tamba mengunjungi pasar di Jembrana saat sosialisasi. Foto: Ist
NENGAH Tamba mengunjungi pasar di Jembrana saat sosialisasi. Foto: Ist

JEMBRANA – DPD Partai Golkar Bali, Rabu (7/10/2020) lalu memang tidak merinci daerah mana yang potensi kemenangan dalam Pilkada 2020 termasuk “sangat menjanjikan”, tapi Pilkada Jembrana kencang disebut-sebut sebagai satu di antaranya.

Meski tidak terang-terangan membenarkan sinyalemen itu, Golkar Jembrana menegaskan kesiapan memenangkan paket Tamba-Patriana Krisna (Ipat) dalam Koalisi Jembrana Maju. Apalagi paket itu didukung 13 parpol parlemen dan nonparlemen.

Bacaan Lainnya

Apa tidak beban ditarget menang melawan PDIP yang dominan di parlemen? “Tidak, tidak ada beban, justru kami sangat optimis. Sebab, kami berjuang bersama rakyat Jembrana yang ingin dan butuh perubahan saat ini,” kata Ketua DPD Partai Golkar Jembrana, Made Suardana, dengan nada optimis, Kamis (8/10/2020).

Selain karena menilai gairah menginginkan perubahan sedemikian tinggi di masyarakat, sebutnya, optimisme itu juga hadir dengan melihat bagaimana kekompakan partai koalisi menggerakkan instrumen partai sampai di tingkat terbawah. Pembentukan saksi lintas partai juga digencarkan untuk mengawal perolehan suara yang diestimasi sangat signifikan diperoleh.

“Karena masyarakat ingin perubahan, tentu kami di partai tambah yakin bahwa perubahan akan terjadi. Ini hanya masalah waktu saja,” cetus anggota Komisi III DPRD Bali tersebut.

Baca juga :  Para Guru Belanja Ratusan Juta di Pasar Gotong Royong

Selain sosok Tamba dengan pengalaman di legislatif, dia menilai keberhasilan KJM menggaet Ipat memberi suntikan moral untuk menyaingi petahana. Sosok mantan Bupati Jembrana dua periode, I Gde Winasa, yang juga ayah Ipat, dipandang memiliki modal simbolik untuk membuat Jembrana kembali jaya seperti pada era Winasa menjabat. Saat itu, sambungnya, Jembrana memiliki banyak kebijakan publik unggulan yang prorakyat.

Suardana tak memungkiri kesuksesan era Winasa masih menjadi “menu utama” kampanye paket Tamba-Ipat. Terlepas Winasa kini mendekam di penjara karena kasus hukum, menurutnya, masyarakat Jembrana masih ingat bagaimana kemajuan Jembrana diraih di banyak bidang. Misalnya bidang di pendidikan dengan sekolah gratis. Visi-misi yang diusung Tamba-Ipat juga memiliki similaritas dengan yang dikerjakan Winasa.  

“Kami juga ada hasil survei internal yang menunjukkan elektabilitas paket ini kami menggembirakan. Memang sebelum Ipat resmi mundur dari ASN hasilnya biasa saja, tapi setelah dia mundur dan resmi dicalonkan, grafiknya meningkat tajam,” lugasnya tanpa merinci lebih jauh. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.