Basarnas Bali Gelar Latihan SAR Daerah, ini Fokus Latihannya

  • Whatsapp
PEMBUKAAN latihan SAR daerah Bali tahun 2020 yang dilasanakan secara virtual di kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) di Jimbaran. Foto:ist
PEMBUKAAN latihan SAR daerah Bali tahun 2020 yang dilasanakan secara virtual di kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) di Jimbaran. Foto:ist

MANGUPURA – Pandemi Covid-19 tidak menghalangi Basarnas untuk menyelenggarakan latihan SAR daerah tahun 2020. Dimana ada dua metode yang ditempuh Basarnas dalam latihan tersebut, yaitu secara virtual dan konvensional dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Pada Kamis (8/10/2020) dilakukan pembukaan latihan SAR daerah Provinsi Bali 2020 dilakukan secara virtual oleh Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar, S.Sos., M.M. Sementara latihan SAR akan dilaksanakan secara konvensional, Jumat (9/10/2020) dengan pembatasan jumlah peserta dan mengimplementasikan protap kesehatan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Didi Hamzar menerangkan, situasi pandemi saat ini membuat pihaknya harus berhati-hati dalam melaksanakan latihan rutin Basarnas tersebut. Selain menegaskan pentingnya kedisiplinan menerapkan protokol Covid-19 selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta, panitia dan pihak yang terlibat sebelumnya juga menjalani tes cepat (rapid test) terlebih dahulu, agar bisa memastikan kondisi kesehatan perorangan.

“Situasi saat ini tidak untuk menyurutkan semangat dan menghentikan langkah untuk mengasah kemampuan melalui latihan SAR. Keadaan saat ini hikmahnya adalah agar kita bisa mengelola manajemen yang baik,” ujarnya.

Lebih jauh Didi Hamzar mengutarakan,latihan SAR daerah 2020 melibatkan 25 peserta dari Basarnas Bali itu mengangkat tema ‘Tingkatkan Profesionalisme dan Kemampuan Personil dalam Penanganan Operasi Pencarian dan Pertolongan di Ketinggian dan Heli Rescue dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan Covid 19’. Diharapkan melalui latihan itu seluruh peserta dapat meningkatkan kemampuan dalam penanganan korban dengan menggunakan helikopter. Hari pertama latihan SAR itu terfokus pada materi kelas heli rescue dan selanjutnya teknik vertical rescue oleh instruktur dari Basarnas Bali.

Baca juga :  Usir Virus Corona, Puspem Badung Disemprot Disinfektan

Secara teknis, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari, dimana peserta mendapat pembekalan teori, praktek di tower dan juga aplikasi langsung di lapangan. Sebagai narasumber adalah Kapten Laut (P) Yogi Thaariq K., Kapten pilot Heli BO 105 milik Basarnas dan didampingi Lettu Laut (E) Rivo Kusumadani sebagai Copilot.

Menurutnya, dalam situasi tertentu dan medan yang sulit dilalui akses darat, maka alat utama udara yang paling efektif dan cepat untuk melakukan evakuasi. Oleh karena itu maka penguasaan pengetahuan tentang vertikal rescue dan heli rescue amat penting dikuasai.

Proses evakuasi menggunakan alat utama udara merupakan hal krusial dan berisiko, dimana penguasaan teknis harus benar-benar dipahami. Kelalaian kecil bisa berdampak buruk dan membahayakan nyawa sang penolong ataupun korban. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.