Golkar Hengkang dari Pansus TRAP, Dewa Jack Fasilitasi Dialog

KETUA DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya (kiri), menjawab pertanyan wartawan di DPRD Bali, Senin (20/7/2026). Foto: ist
KETUA DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya (kiri), menjawab pertanyan wartawan di DPRD Bali, Senin (20/7/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Nada bicara Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, Senin (20/7/2026) terkesan berhati-hati ketika para media menyodori pertanyaan tentang hengkangnya Fraksi Golkar dari Pansus TRAP DPRD Bali. Alih-alih menjawab spontan, dia memilih membacakan teks yang disiapkan. Mungkin karena sudah merasa persoalan yang membuat ada nuansa “berkubu-kubu” di internal DPRD ini akan ditanyakan.

Mengawali menjawab itu, Dewa Jack, sapaan akrabnya, berkata bersyukur DPRD Bali baru saja menyelesaikan agenda penting, yaitu pengesahan dua raperda menjadi perda. “Ini adalah bukti nyata roda legislasi dan pengabdian DPRD Bali untuk masyarakat tetap berjalan dengan produktif,” sebutnya didampingi Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta.

Read More

Mengenai dinamika yang terjadi di Pansus TRAP, khususnya terkait pandangan dari rekan-rekan Fraksi Golkar serta fraksi lainnya, dia melihat hal ini sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat dan dinamis dalam lembaga DPRD. Perbedaan penafsiran terhadap Tata Tertib DPRD dipandang sebagai hal yang wajar, dan itu justru menunjukkan semua anggota Dewan sangat peduli terhadap akuntabilitas dan aturan main. Secara kelembagaan, dia menyatakan sangat menghormati sikap politik masing-masing fraksi.

“Baik yang memandang tugas Pansus TRAP telah selesai pasca-laporan paripurna, maupun yang memandang masih ada hal teknis yang perlu diselesaikan hingga masa bakti Pansus berakhir. Kedua sudut pandang ini memiliki argumentasi, yang sama-sama berniat baik untuk menjaga marwah Dewan,” tegas Bendahara DPD PDIP Bali itu.

Agar tidak terus menjadi polemik di media sosial, dia menyatakan unsur di pimpinan DPRD akan segera memfasilitasi ruang dialog bersama seluruh pimpinan fraksi dan pimpinan Pansus. “Kami akan duduk bersama, membuka kembali dokumen Tata Tertib, dan mencari titik temu yang paling bijak secara musyawarah mufakat,” bebernya.

Disinggung sejauh mana implikasi dinamika yang terjadi di Pansus TRAP, dia menegaskan di internal DPRD tidak akan memengaruhi pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga. DPRD Bali tetap bekerja secara optimal dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. “Kepentingan masyarakat Bali tetap menjadi prioritas utama,” jaminnya.

Sebagai penutup, dia menyatakan meyakini apa pun dinamika internal yang ada saat ini, komitmen seluruh fraksi di DPRD Bali tetap satu. “Yakni memberikan yang terbaik bagi masyarakat Bali. Tolong doakan agar kami bisa menyelesaikan dinamika keluarga ini dengan sejuk dan harmonis,” lugasnya menandaskan. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.