Jaga Bahasa Daerah Tetap Lestari, Disdikpora Denpasar Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

DISDIKPORA Kota Denpasar kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SMP di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Kamis (10/9/2026). Foto: ist
DISDIKPORA Kota Denpasar kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SMP di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Kamis (10/9/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SMP di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini digelar secara konsisten guna menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahasa Bali sekaligus melestarikan identitas budaya lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana, menjelaskan bahwa FTBI jenjang SMP tahun ini diikuti oleh 234 peserta, yang terdiri atas 107 siswa putra dan 127 siswa putri.

Read More

Ia merinci, terdapat tujuh kategori lomba yang diselenggarakan, yaitu bebanyolan tunggal, mesatua, matembang sekar alit, ngripta cerpen, ngripta miwah ngwacen puisi, nyurat aksara Bali, dan pidarta. Adapun dewan juri berasal dari kalangan akademisi dan praktisi bahasa Bali.

Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, yang hadir menutup kegiatan tersebut menyoroti menurunnya minat generasi muda—khususnya kalangan pelajar—dalam melestarikan budaya Bali. Hal ini terutama terjadi pada aspek bahasa, sastra, dan aksara Bali yang merupakan akar budaya lokal.

“Banyak anak muda merasa malu menggunakan bahasa Bali, bahkan tidak menguasai aksara maupun sastranya. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Salah satu upayanya adalah melalui pembinaan berkelanjutan, baik oleh guru di sekolah maupun lingkungan keluarga dan komunitas adat seperti banjar,” ujar Agung Wiratama.

Ia menambahkan, FTBI tingkat SMP se-Kota Denpasar ini merupakan wujud nyata revitalisasi bahasa daerah. Program tersebut juga menjadi kelanjutan dari agenda Badan Bahasa Kemendikbudristek RI yang dijalankan oleh Balai Bahasa Provinsi Bali melalui pelatihan guru setiap tahunnya.

Lebih lanjut, Agung Wiratama menegaskan pentingnya peran bahasa ibu dalam membentuk karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai tradisi leluhur. Oleh karena itu, Disdikpora Kota Denpasar berkomitmen untuk terus menanamkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya daerah.

“Harapan kami ke depan, anak-anak dapat terus menjaga dan melestarikan bahasa Bali,” pungkasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.