POSMERDEKA.COM, MATARAM – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lombok Tengah (Loteng), Lalu Pelita Putra, menilai langkah Gibran Rakabuming Raka yang “menjual” isu dana abadi pesantren sebagai program unggulannya pada Pilpres 2024, sebagai sangat menggelikan. Alasannya, program dana abadi pesantren justru sudah berjalan sejak tahun 2021, dan tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021.
“Dia (Gibran) baru bangun, pernah baca berita, tapi nggak baca sampai bawah. Judul dana abadi pesantren dari mana, kapan diusulkan, itu kan soal lama dan ada juga peraturan presidennya,” tuding Pelita, Selasa (31/10/2023).
Anggota DPRD NTB ini menyarankan Gibran untuk lebih banyak belajar terkait regulasi pesantren. Sebab, jika terus Gibran “menjual” pesantren tapi tidak paham seluk-beluk pesantren, dikhawatirkan akan merusak reputasi Presiden Jokowi selalu ayah kandungnya.
Dia mengingatkan itu karena PKB dulu adalah salah satu parpol pendukung dua kali pencapresan Jokowi bersama PDIP. Semua materi Jokowi soal pengembangan pesantren, diklaim dari PKB dan NU yang memberi masukan.
Terkait duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang diusung PKB pada Pilpres 2024, dia optimistis bisa menang telak di Loteng. Alasannya, persentase kaum nahdliyin di Loteng cukup mapan. Para Tuan Guru yang berada di bawah panji NU, kata dia, tak sedikit yang dikenal luas masyarakat Loteng.
Dia menepis anggapan kader NU ada di banyak partai politik. Pelita mengklaim PKB merupakan satu-satunya parpol yang lahir dari rahim NU. “Anggapan bahwa NU ada di mana-mana adalah kekeliruan mendasar. Narasi itu adalah upaya memecah belah NU. Publik mengetahui bahwa partai yang secara biologis dan ideologis anak kandung NU adalah PKB,” sergahnya.
Meski yakin menang, PKB bersama dua parpol koalisi, yakni NasDem dan PKS, belum melakukan kajian terkait persentase kemenangannya. Ini karena parpol koalisi masih fokus mengamankan basis mereka masing-masing.
Dia optimis kader PKB memiliki semangat juang lebih tinggi untuk menghadapi Pilpres 2024, karena sang Ketua Umum Cak Imin turut berlaga sebagai cawapres mendampingi Anies.
“Kami tentu berharap ada efek ekor jas dari Ketum kami Cak Imin. Tapi bukan itu yang utama, prinsipnya kami bekerja maksimal, mengedepankan politik yang berkeadilan,” tandas Pelita. rul























