Partisipasi Jadi Pengawas TPS, Pakis Bangli Diminta Ikut Awasi Pemilu 2024

SEBANYAK 30 Manggala Paiketan Krama Istri (Pakis) seluruh Bangli saat mengikuti kegiatan sosialisasi pengawasan penyelenggaraan pemilu partisipatif oleh Bawaslu Bangli di Desa Wisata Tradisional Penglipuran, Bangli, Selasa (31/10/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Sebanyak 30 Manggala Paiketan Krama Istri (Pakis) seluruh Bangli mengikuti kegiatan sosialisasi pengawasan penyelenggaraan pemilu partisipatif oleh Bawaslu Bangli di Desa Wisata Tradisional Penglipuran, Bangli, Selasa (31/10/2023).

Sebagai narasumber adalah Kordiv SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma. Dalam kegiatan ini Bawaslu Bangli juga menghadirkan Ni Wayan Widhiastini, Wakil Rektor Undiknas University.

Read More

Menurut Putra Wiratma, perempuan dalam pengawasan partisipatif pemilu dapat dimulai dari mendidik generasi penerus bangsa untuk memahami pentingnya pemilu dan demokrasi. Selain itu menyampaikan informasi-informasi pelaksanaan pemilu melalui media sosial.

Kelompok perempuan, sambungnya, juga agar ikut berpartisipasi mengawasi pelaksanaan pemilu untuk mewujudkan pemilu yang demokratis. “Kami harapkan Pakis Bangli juga ikut berpartisipasi aktif dengan menjadi pengawas TPS,” ajak Dodo, sapaan karibnya.

Hal senada diutarakan Ni Wayan Widhiastini. Dia menyebut konsep pengawasan partisipatif adalah upaya mentransportasikan kekuatan moral menjadi gerakan sosial. Landasannya adalah kesadaran, kerelaan, serta panggilan hati nurani untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan pemilu, sehingga terwujudnya pemilu yang berkualitas.

“Pelibatan masyarakat dalam proses politik sangat diperlukan untuk meredam adanya apatisme politik masyarakat dalam pemilu. Proses politik dikatakan demokratis ketika masyarakat menjadi aktor utama dalam pembuatan keputusan politik,” bebernya.

Ketua Bawaslu Bangli, I Nengah Muliarta, menambahkan, pengawasan partisipatif merupakan salah satu program Bawaslu untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat secara sukarela, guna mengawasi seluruh tahapan Pemilu 2024.

Perempuan dinilai memiliki peran sangat strategis dalam Pemilu. Berdasarkan catatan yang ada, pemilih perempuan pada Pemilu 2024 di Bangli sebanyak 97.231 orang dari 195.894 pemilih yang masuk Daftar Pemilih Tetap.

Selain keterbatasan personel Bawaslu, sambung Muliarta, pengawasan partisipatif juga menumbuhkan kesadaran masyarakat secara sukarela untuk berpartisipasi aktif mengawasi pelaksanaan pemilu.

“Terlebih saat ini sudah memasuki masa pencalonan presiden, penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) dan masa kampanye yang akan berlangsung selama 75 hari, dimulai 28 November mendatang,” ajaknya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.