Gelar Pasar Rakyat, Bank BPD Bali Fokuskan KUR Sektor Produksi di Tabanan

MENYAMBUT HUT ke-61 Bank BPD Bali menggelar Pasar Rakyat di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ekonomi kerakyatan itu, dilaksanakan disela-sela GNPIP di Gedung Kesenian I Ketut Maria,Tabanan, pada Rabu (17/5/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Menyambut HUT ke-61 Bank BPD Bali menggelar Pasar Rakyat di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ekonomi kerakyatan itu, dilaksanakan di sela-sela Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan tema “Sinergi dan Inovasi Ketahanan Pangan Melalui Penguatan Kelembagaan dan Digitalisasi Mepada Payu Antuk Bhuwana Bali Sentosa” di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, pada Rabu (17/5/2023).

GNPIP Balinusra ini, mengedepankan sinergi dan inovasi ketahananpangan TPID Balinusra guna mewujudkan kestabilan harga pangan, khususnya di wilayah Bali dan NusaTenggara yang dihadiri Deputi Bidang II Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nyoto Suwignyo; bersama Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr. Agus Fatoni, M.Si.

Bacaan Lainnya

Hadir juga Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, termasuk Gubernur Bali, Wayan Koster, Anggota DPR RI, IGA Rai Wirajaya, Deputi Bidang II Bappenas, bersama Kepala BI Perwakilan Bali, serta perwakilan Gubernur NTB dan NTB, Bupati/Wali Kota dan OPD se-Balinusra.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH., MH., juga secara simbolis menyerahkan bantuan KUR untuk budidaya padi kepada PD Dharma Santika, UD Boki Bali dan Subak Jaka di Tabanan.

Ia menyampaikan di sela-sela kegiatan GNPIP Balinusra di Tabanan ini, Bank BPD Bali bersinergi menggelar Pasar Rakyat untuk menunjukan komitmen Bank BPD Bali yang selalu fokus mendukung UMKM. Selain itu, juga sebagai salah satu dukungan program GNPIP di seluruh Bali.

‘’Kita juga ikut mendukung program itu, dalam bentuk yang disinergikan dalam Pasar Rakyat. Kegiatan ini juga dilaksanakan di kantor cabang seluruh Bali sebagai wujud kontribusi Bank BPD Bali untuk membantu pengendalian inflasi, sekaligus mempromosikan berbagai hasil produksi pertanian,’’ kata Sudharma.

Ia juga menegaskan semua peserta Pasar Rakyat dari UMKM dan pelaku usaha binaan Bank BPD Bali, termasuk subak yang memproduksi beras merah dan beras hitam. Apalagi sesuai dengan kebijakan pemerintah program KUR diharapkan bisa diarahkan ke sektor produksi, sehingga fokus di Tabanan sebagai sumber lumbung pangan terutama beras dari hasil pertanian dalam arti luas.

Dibeberkan sampai dengan saat ini, penyaluran KUR untuk UMKM, khususnya di Tabanan juga berjalan sangat baik, bahkan di seluruh Bali sudah mencapai hampir 46 persen.

Porsi KUR ini mendominasi kapasitas penyaluran kredit kepada petani, peternak dan pelaku usaha pertanian dalam arti luas. Alhasil dari target KUR tahun 2023 sebesar Rp1,6 triliun, hingga bulan April 2023 sudah tercapai sekitar Rp617miliar dengan 4.991 nasabah.

Selain program KUR pada tahun 2023 ini, Bank BPD Bali juga menyalurkan program kredit pasca-KUR, yakni Kusuma atau Kredit Usaha untuk Sejahtera, Unggul dan Maju. Kredit ini diperuntukkan untuk Debitur KUR Kecil yang tidak dapat memperoleh KUR kembali dan selanjutnya diprospek menjadi debitur kredit komersial dengan plafon kredit menyesuaikan dengan kemampuan membayar (repay ment capacity) debitur.

‘’Bagi yang mau naik kelas dan tidak lagi bisa dapat KUR, kita siapkan kredit Kusuma. Baru berjalan sekitar 2 bulan dari April lalu sudah disalurkan kredit sekitar Rp39 miliar,’’ kata direksi bank asal Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung itu, saat didampingi Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan, Ni Ketut Lestari.

Ia menambahkan, target KUR di Tabanan tercatat sekitar Rp278 miliar sudah tercapai sebesar 40 persen atau sebanyak Rp110 miliar. ‘’Sektor unggulan di Tabanan, yakni di sector pertanian dan peternakan ini yang menjadi sasaran target KUR,’’ tandas Lestari.

Selanjutnya untuk mempercepat akses keuangan, Bank BPD Bali memberikan akses pembiayaan dengan berbagai produk kredit berupa kredit KUR Super Mikro, KUR Mikro dan KUR Kecil, kredit modal kerja, kredit investasi serta produk kredit lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Bali ke depan. nan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses