Gedung Perpustakaan Nawaksara Diresmikan, Anak Muda Gianyar Diajak Gemar Baca Buku

BUPATI Gianyar, Made Mahayastra, saat meninjau Perpustakaan Nawaksara Kabupaten Gianyar. Foto: ist

GIANYAR – Bertepatan dengan Tilem Kaulu, Senin (20/2/2023), Gedung Pelayanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Gianyar diupacarai pemelaspasan, pecaruan dan mendem pedagingan. Gedung tersebut kini diberi nama Gedung Perpustakaan Nawaksara, yang mengandung harapan pengetahuan suci dapat menyebar ke seluruh penjuru.

Dalam kesempatan itu hadir Bupati Gianyar, Made Mahayastra, beserta kepala OPD untuk meninjau Gedung Perpustakaan Nawaksara.

Read More

Nama Nawaksara diberi Bupati Mahayastra, yang disebut memiliki arti sembilan aksara suci di setiap penjuru mata angin dalam konsep Nawa Dewata Hindu Bali. Istilah Nawaksara juga pernah dipakai Presiden Soekarno dalam Sidang Umum IV MPRS.

Plt. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Putu Eka Susanti, memaparkan, Perpustakaan Nawaksara berada di kawasan suci Pura Samuan Tiga yang merupakan tempat penyatuan sekte-sekte dan terlahirnya konsep Kahyangan Tiga.

Dia berharap Gedung Perpustakaan Nawaksara dapat mencerdaskan masyarakat, meningkatkan minat dan budaya baca di Gianyar. “Kita berharap generasi muda Gianyar menjadi generasi muda yang cerdas, berintegritas, berdaya saing tinggi, dan tidak mudah melupakan sejarah,” sebutnya.

Lebih jauh disampaikan, Gedung Perpustakaan Nawaksara dibangun di atas tanah seluas 883.9 meter persegi milik Pemprov Bali, dengan luas bangunan mencapai 1.204,5 meter persegi. Susanti juga mengungkapkan, setelah 21 tahun sejak adanya Perpustakaan Daerah, baru kali ini memiliki gedung yang representatif.

Tahun 2002, perpustakaan pertama berada di gedung bekas SD 10 Gianyar. Tahun 2007 di lantai bawah Balai Budaya, dan baru tahun ini terwujud gedung perpustakaan representatif.

Gedung Perpustakaan Nawaksara dilengkapi area informasi berbasis TIK, area baca anak, dan area baca difabel. Di samping itu, koleksi buku hingga saat ini berjumlah 24.405 eksemplar dengan 12.200 judul.

Tahun 2023 juga dipasang anggaran hampir Rp2,3 miliar untuk melengkapi sarana dan prasarana. Selanjutnya juga akan dibangun patung Soekarno untuk mengenang jasanya sebagai proklamator perpustakaan.

Susanti juga berharap Perpustakaan Nawaksara kian diminati masyarakat untuk mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Bupati Mahayastra menimpali, Perpustakaan Nawaksara adalah perpustakaan modern pertama yang dimiliki Gianyar. “Kami berharap hadirnya Perpustakaan Nawaksara ini menarik minat anak-anak milenial semakin gemar membaca buku,” ajaknya bernada harap. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.